2 Jam Empat Mata! Ini yang Dibahas Jokowi dan Prabowo di Kertanegara!

2 Jam Empat Mata! Ini yang Dibahas Jokowi dan Prabowo di Kertanegara!
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan tertutup selama lebih dari dua jam di kediaman pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Sabtu (4/10) siang.

Dilansir dari Antara, pertemuan ini menjadi sorotan publik karena dinilai sebagai simbol kebersamaan dan kesinambungan antarpemimpin nasional, terutama di tengah dinamika transisi pemerintahan.

Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, mengungkap bahwa pertemuan tersebut membahas berbagai isu penting menyangkut kebangsaan dan masa depan Indonesia. Menurutnya, momen ini merupakan silaturahmi yang memang sudah direncanakan kedua pemimpin.

"Yang pertama memang silaturahmi di antara dua pemimpin, Presiden ke-7 dan Presiden ke-8. Kalau Pak Prabowo ke Jawa Tengah, beliau biasanya yang mampir. Kebetulan kemarin Pak Jokowi ada di Jakarta, jadi sudah janjian ketemu pas makan siang," ujar Pras.

Makan siang bersama menjadi pembuka dalam pertemuan tersebut sebelum keduanya lanjut berbicara empat mata. Pras menyebut banyak hal yang dibicarakan, namun ia enggan merinci isi diskusi, termasuk soal masukan-masukan yang disampaikan Jokowi kepada Prabowo.

"Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan, termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal," ujarnya singkat.

Usai bertemu dengan Jokowi, Presiden Prabowo diketahui langsung melanjutkan agenda pertemuan dengan sejumlah tokoh bangsa di lokasi yang sama. Dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.

Sikap positif atas pertemuan dua pemimpin ini juga datang dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Saat dimintai tanggapan oleh wartawan di lokasi yang sama, Luhut menyambut baik pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai contoh pemimpin yang guyub dan kompak.

"Bagus kan kalau Presiden dengan mantan presiden bertemu, pemimpin guyub," kata Luhut.

Meski tidak mengetahui isi lengkap dari pertemuan tersebut, Luhut meyakini bahwa apa yang dibicarakan pasti berisi hal-hal konstruktif demi kemajuan bangsa.

"Saya pikir mereka berdua kan pemimpin. Pemimpin dan mantan pemimpin. Itu pasti ada yang mereka bicarakan. Jadi kita doakan semua kompak," tutupnya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE