Rusia Undang Israel pada Acara Parade 9 Mei, Abaikan Negara-Negara 'Tidak Bersahabat'
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rusia telah merilis daftar negara yang diundang ke parade 'Victory Day' pada 9 Mei di Moskow, salah satunya adalah Israel.
Dilansir dari Ynet News, 'Victory Day' ini adalah acara tahunan yang menandai kemenangan atas Nazi Jerman. Dalam langkah yang mencerminkan dinamika geopolitik saat ini, Israel termasuk dalam daftar tamu, sementara sejumlah negara Barat, termasuk Jerman, Prancis, dan Ukraina, tidak diundang.
Israel, yang terus berusaha menjaga hubungan dengan Moskow, akan diwakili oleh duta besarnya untuk Rusia, Simona Halperin, karena Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak dijadwalkan hadir. Dalam pernyataannya kepada media Rusia, Halperin menegaskan sikap historis Israel.
"Fakta sejarah tidak berubah karena kondisi geopolitik atau faktor lainnya. Pada 2017, Knesset Israel menetapkan 9 Mei sebagai Hari Kemenangan," ucap Halperin.
Sebaliknya, Rusia mengeluarkan daftar panjang negara yang tidak menerima undangan, termasuk Jerman, Ukraina, Austria, Belgia, Denmark, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Polandia, Rumania, Prancis, Ceko, dan Estonia. Selain itu, para pemimpin dari Australia, Andorra, Inggris, San Marino, Monako, Kanada, Islandia, Norwegia, Swiss, dan Jepang juga tidak diundang.
"Kami tidak akan mengundang pemimpin dari negara-negara yang tidak bersahabat," jawab juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Meski Presiden AS Donald Trump tidak menerima undangan untuk acara ini, Kremlin dikabarkan telah mengundangnya untuk kunjungan terpisah ke Rusia di masa mendatang.
Di sisi lain, beberapa pemimpin yang telah diundang dan dikonfirmasi hadir adalah Presiden Serbia Aleksandar Vu?i? serta Perdana Menteri Slovakia Robert Fico. Sementara itu, Presiden China Xi Jinping, Presiden Brasil Lula da Silva, dan Ketua Otoritas Palestina Mahmoud Abbas masih belum mengonfirmasi kehadiran mereka. Undangan juga diberikan kepada Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kirgistan Sadyr Japarov, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Presiden Tajikistan Emomali Rahmon.
Selain itu, para pemimpin dari Vietnam, Mongolia, dan Laos juga termasuk dalam daftar undangan. Namun, Iran, yang belakangan semakin dekat dengan Moskow dalam konteks perang Rusia-Ukraina, justru tidak masuk dalam daftar negara yang diundang.
Parade Hari Kemenangan 9 Mei di Lapangan Merah Moskow bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga mencerminkan lanskap politik global yang terus berubah. Keputusan Rusia untuk memilih siapa yang diundang dan siapa yang dikecualikan menjadi sinyal kuat tentang posisi geopolitik negara itu di tengah ketegangan internasional.
0 Comments





- Kemkomdigi Luncurkan Mudikpedia 2025, Panduan Lengkap Mudik Lebaran
- Viral Video Warga Hadang Kereta Api di Batubara, Ini Penyebabnya
- Raja Charles dan Ratu Camilla Ikut Serta dalam Persiapan Buka Ramadan di Restoran London
- Jack Harlow & Doja Cat Rilis Single Terbaru Berjudul "Just Us"
- Benarkah Lithgow Perankan Dumbledore dalam Adaptasi Harry Potter HBO? Ini Kata Sang Aktor!
- McLaren Tunjukkan Dominasinya di Tes Pramusim F1 Bahrain
- Apple Cider Vinegar Tampilkan Sisi Gelap Wellness Influencer dengan Soundtrack Berkelas
- Chappell Roan Siap Rilis Single "The Giver" dengan Sentuhan Country yang Segar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!