Nggak Habis Pikir! Punya Kuda dan Alphard, Taqy Malik Malah Minta Donasi untuk Lahan Masjid

Kontroversi Taqy Malik Minta Donasi: Padahal Punya Alphard dan Aset Kuda

Nggak Habis Pikir! Punya Kuda dan Alphard, Taqy Malik Malah Minta Donasi untuk Lahan Masjid
Taqy Malik. - (Dok. Instagram @taqy_malik).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, selebgram dan pengusaha Taqy Malik saat ini tengah menjadi sorotan karena Gerakan Pembebasan Lahan Masjid yang ia namai G30K, untuk masjid Malikal Mulki di Tanah Sereal, Bogor.

Taqy menggalang dana dari masyarakat untuk melunasi lahan masjid yang ternyata belum lunas dibayar. Namun, penggalangan dana ini justru menimbulkan kontroversi dan keheranan dari pihak penjual lahan.

Yang menjadi kontroversi adalah: pihak penjual lahan merasa heran karena Taqy diketahui memiliki aset mewah seperti kuda dan mobil Alphard, sehingga dianggap mampu membayar tanpa perlu meminta donasi dari publik.

Lahan Masjid Belum Lunas, Taqy Minta Rp2 Miliar dari Publik

Taqy Malik membeli delapan kavling dari seorang pengusaha bernama Sirhan. Menurut Husen Bafaddal, pengacara Sirhan, masjid Malikal Mulki berdiri di atas dua kavling yang belum lunas. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan tersebut mencapai Rp2 miliar.

Ironisnya, alih-alih melunasi sendiri, Taqy justru memilih meminta bantuan dana dari masyarakat melalui gerakan G30K.

Punya Aset Mewah Tapi Minta Donasi?

Keheranan Husen Bafaddal ini beralasan. Ia yakin Taqy Malik memiliki kemampuan finansial untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa perlu menggalang dana publik.

"Semestinya kan mudah. Dia kan bukan orang susah-susah banget. Dia punya aset-aset yang lain kan," kata Husen.

Bahkan, rekan Husen, TikToker Nusantara, menimpali bahwa Taqy diketahui memiliki kuda dan sering datang menemui Sirhan dengan mengendarai mobil mewah Alphard.

Fakta ini tentu memicu pertanyaan besar: Mengapa Taqy meminta donasi Rp2 miliar dari publik padahal ia sendiri terlihat mampu?

Tawaran Rumah Contoh Ditolak, Ancaman Eksekusi Menanti

Husen Bafaddal juga mengungkap bahwa kliennya, Sirhan, sempat menawarkan solusi damai yang lebih mudah. Taqy bisa menukar utang lahan masjid tersebut dengan rumah contoh yang ia bangun di sebagian kavling yang sudah dibeli. Namun, Taqy menolak tawaran tersebut.

Karena sudah mencapai batas kesabaran, pihak Sirhan kini memberikan waktu tegas dua minggu kepada Taqy Malik. Taqy dituntut untuk segera mengembalikan tujuh kavling tanah yang kini menjadi sengketa dan mengosongkan objek lahan, mengembalikannya ke keadaan semula.

Jika Taqy gagal memenuhi tenggat waktu, pihak Sirhan mengancam akan melakukan eksekusi lahan. Bagaimana menurutmu, Gen, tentang mindset Taqy Malik ini?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE