Skandal Taqy Malik Terbaru, YouTuber Kondang Diduga Mark Up Harga Wakaf Al-Quran Hingga Dicari Polisi Arab Saudi

Skandal Taqy Malik Terbaru, YouTuber Kondang Diduga Mark Up Harga Wakaf Al-Quran Hingga Dicari Polisi Arab Saudi
- (Dok. Instagram).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia maya lagi benar-benar diguncang sama kabar miring yang menyeret nama YouTuber sekaligus influencer religi kondang, Taqy Malik. Nama yang biasanya lekat dengan citra positif sebagai penghafal Al-Quran ini mendadak jadi buah bibir karena dugaan skandal yang cukup serius terkait program wakaf yang ia jalankan di Tanah Suci. Masalah ini mencuat bukan dari orang sembarangan, melainkan dari sahabatnya sendiri yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata di Arab Saudi, Randy Permana. Kabar ini langsung meledak karena menyangkut dana umat dan integritas dalam menjalankan aksi sosial di luar negeri.

Bayangkan saja, di tengah kepercayaan besar yang diberikan publik, muncul tuduhan bahwa ada permainan harga yang sangat signifikan demi meraup keuntungan pribadi. Isu ini nggak cuma soal angka, tapi juga soal aturan hukum di negara orang yang sangat ketat. Kejadian ini tentu saja bikin publik bertanya-tanya, apakah ini murni kesalahan prosedur atau memang ada niat lain di balik program-program sedekah yang sering ia promosikan di media sosial. Hal ini jelas bikin banyak pihak merasa kecewa, terutama mereka yang sudah menyisihkan rezeki untuk ikut berwakaf melalui jalurnya, nih Gen.

Dugaan mark up harga ini terbongkar lewat pengakuan Randy Permana yang melihat ada ketidakwajaran dalam harga per mushaf Al-Quran yang dipatok oleh Taqy. Dalam unggahan di Instagram, Taqy mematok biaya 80 riyal atau sekitar Rp330 ribu untuk satu mushaf. Padahal, Randy menyebut kalau harga mushaf yang kualitasnya paling bagus sekalipun harganya nggak sampai segitu, nih Gen.

Detail Keuntungan Berlebih dan Masalah dengan Otoritas Saudi

Randy menjelaskan bahwa harga asli mushaf termahal di sana sebenarnya hanya 50 riyal. Selisih yang diambil Taqy dianggap terlalu jauh dari harga pasaran. "Selisihnya, keuntungan yang dia ambil itu lebih banyak ketimbang beli mushafnya," kata Randy Permana saat melakukan wawancara virtual pada Jumat, 13 Februari 2026. Hal ini memicu kecurigaan besar karena Taqy membeli dalam jumlah ribuan, yang akhirnya terdeteksi oleh pihak keamanan masjid di sana.

Otoritas Arab Saudi mencurigai adanya praktik jual beli mushaf secara online yang dilakukan oleh jamaah, dan tindakan tersebut secara aturan hukum di sana dilarang keras. Dampaknya pun nggak main-main, karena orang-orang Indonesia lain yang bekerja atau menyalurkan wakaf secara jujur di sana ikut kena getahnya dan dicurigai. Randy mengaku mereka yang bekerja di sana bisa ditandai sidik jarinya oleh pihak keamanan sebagai orang yang bermasalah.

Kasus Sedekah Makanan dan Incaran Polisi

Nggak cuma soal Al-Quran, Taqy juga disebut-sebut pernah jadi incaran polisi Arab Saudi tahun lalu karena masalah sedekah makanan. Ia membuka donasi makanan seharga Rp100 ribu per boks, padahal harga aslinya hanya sekitar 8 sampai 15 riyal atau sekitar Rp50 ribuan saja. "Secara hukum di Saudi, menggalang sedekah atau donasi secara online di luar otoritas Saudi itu ilegal. Makanya kenapa tahun lalu Taqy dicari polisi," tambah Randy.

Taqy Malik sendiri memiliki nama lengkap Ahmad Taqiyyudin Malik, pria kelahiran Banjarmasin tahun 1997 yang merupakan lulusan Universitas Al Azhar, Mesir. Sebelum ramai berita ini, ia lebih dikenal lewat bisnis Saffron dan manajemen talenta miliknya. Secara kehidupan pribadi, Taqy pernah menikah dengan Salmafina Sunan pada 2017 namun cerai di tahun 2018, sebelum akhirnya membina rumah tangga baru dengan Sherel Thalib pada 2020 lalu.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE