Chris John Soroti Aturan Baru Menpora, Desak Evaluasi demi Masa Depan Atlet
JAKARTA, GENVOICE.ID - Legenda tinju Indonesia, Chris John, angkat bicara soal kontroversi Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) Nomor 14 Tahun 2024 yang tengah menjadi sorotan publik. Menurutnya, regulasi ini justru berpotensi menghambat perkembangan dunia olahraga nasional, terutama peran strategis Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Kalau memang nggak ada solusi lain soal ini, saya sarankan untuk mengevaluasi kembali Permenpora," ujar Chris John dalam pernyataan resmi yang dirilis KONI Pusat di Jakarta, Senin.
Melansir dari ANTARA News, Senin (4/8), Permenpora 14/2024 memuat aturan yang melarang KONI serta tenaga keolahragaan di tingkat pusat dan daerah menerima dana dari APBN maupun APBD. Padahal, selama ini sumber dana tersebut sangat krusial untuk mendukung pembinaan atlet, pelatih, hingga tenaga pendukung lainnya seperti fisioterapis dan dokter olahraga.
Chris John secara tegas menyebut bahwa kehadiran aturan ini telah membatasi peran KONI sebagai wadah pembinaan dan perlindungan atlet nasional. "Peran mereka terasa sekali saat saya masih aktif sebagai atlet daerah. Bahkan saya bisa ikut PON karena difasilitasi KONI," ungkap mantan juara dunia kelas bulu versi WBA itu.
Ia menambahkan, KONI bukan sekadar lembaga administratif. Bagi para atlet, KONI adalah rumah kedua yang menyediakan dukungan moral, fasilitas, dan menjadi ruang menyampaikan aspirasi. "Tempat kami berkeluh kesah dan bertumbuh," lanjutnya.
Di sisi lain, beberapa pihak menilai Permenpora tersebut tumpang tindih dengan kebijakan pengelolaan anggaran daerah yang selama ini telah diatur oleh Kementerian Dalam Negeri. Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa program pembinaan atlet daerah akan stagnan karena kekurangan dukungan anggaran.
Sejumlah pengurus KONI daerah juga telah menyampaikan keresahan mereka ke KONI Pusat. Sebagai tindak lanjut, KONI kini tengah mengajukan permohonan resmi untuk merevisi Permenpora tersebut, dengan harapan adanya regulasi yang lebih realistis dan berpihak pada kepentingan pembinaan atlet.
Chris John berharap pemerintah bisa lebih terbuka dalam mendengar suara pelaku olahraga. Menurutnya, aturan yang menyangkut nasib atlet seharusnya disusun dengan mempertimbangkan pengalaman langsung dari mereka yang pernah berada di lapangan.
"Saya ingin atlet-atlet sekarang juga bisa merasakan dukungan penuh seperti yang dulu saya alami. Jangan sampai semangat mereka padam karena sistem yang tak mendukung," tegasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!