OpenAI Tambah Fitur Kontrol Orang Tua di ChatGPT, Demi Lindungi Remaja dari Risiko Berbahaya!

OpenAI Tambah Fitur Kontrol Orang Tua di ChatGPT, Demi Lindungi Remaja dari Risiko Berbahaya!
- (Dok. RRI).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, dunia teknologi lagi rame banget bahas langkah baru OpenAI. Perusahaan AI ini ngumumin kalau mereka bakal ngerilis fitur kontrol orang tua di ChatGPT dalam waktu sebulan ke depan. Kehadiran fitur ini jadi bagian dari komitmen mereka untuk bikin interaksi pengguna, khususnya remaja, jadi lebih aman.

Lewat fitur baru itu, orang tua bisa langsung nyambungin akun ChatGPT pribadi mereka dengan akun anak remajanya. Dari situ, mereka bisa ngatur gimana ChatGPT merespons si anak, bahkan bisa matiin beberapa fitur, kayak memori dan riwayat percakapan. Jadi, kontrolnya bakal lebih jelas dan transparan.

Nggak cuma itu aja, ChatGPT nanti juga bakal otomatis kasih peringatan kalau mendeteksi remaja lagi ada di "momen tekanan akut". Menurut OpenAI, pengembangan fitur ini digarap bareng para ahli supaya bisa ngebangun kepercayaan antara orang tua dan anak remaja.

Pengumuman ini muncul setelah OpenAI lagi menghadapi sorotan besar gara-gara digugat dalam kasus tragis. Matt dan Maria Raine, orang tua dari remaja bernama Adam yang bunuh diri tahun ini, menuduh ChatGPT sempat ngasih informasi berbahaya yang justru memicu tindakan fatal tersebut. Mereka bilang AI itu sempat kasih detail soal metode bunuh diri, bahkan saran soal cara menyembunyikan luka dari percobaan sebelumnya.

Kasus itu jelas bikin banyak pihak makin nyorot pentingnya fitur keamanan. OpenAI pun menegaskan kalau kontrol orang tua ini hanyalah bagian dari langkah besar mereka buat ningkatin keselamatan pengguna. Mereka janji bakal lebih sering kerja sama dengan para pakar, termasuk yang fokus di bidang kesehatan mental remaja, gangguan makan, sampai penyalahgunaan zat. Tujuannya biar ChatGPT bisa lebih peka dan nggak salah kasih respon.

Selain itu, OpenAI juga lagi nyiapin teknologi baru bernama "router real time". Sistem ini memungkinkan percakapan sensitif langsung diarahkan ke model penalaran yang lebih aman. "Dilatih dengan metode yang kami sebut deliberative alignment, pengujian kami menunjukkan bahwa model penalaran lebih konsisten mengikuti dan menerapkan pedoman keselamatan," kata pihak OpenAI, dilansir dari ANTARA.

OpenAI sendiri udah ngasih bocoran kalau dalam 120 hari ke depan bakal ada lebih banyak pembaruan fitur keamanan yang rilis. Jadi, meski fitur kontrol orang tua ini baru langkah awal, mereka janji bakal terus push perbaikan di sepanjang tahun ini.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE