Gunung Semeru Erupsi 4 Kali dalam Sehari, Muntahkan Abu Setinggi 900 Meter! Warga Diminta Siaga
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, Gunung Semeru lagi-lagi menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang cukup mengkhawatirkan. Dalam waktu kurang dari sepuluh jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meletus sebanyak empat kali pada Minggu (1/8) pagi. Tinggi kolom abu bahkan mencapai 900 meter dari puncak. Warga sekitar diminta tetap siaga dan tidak mendekat ke zona berbahaya.
Letusan pertama terjadi dini hari sekitar pukul 00.11 WIB. Kolom abu terpantau naik setinggi 400 meter dari puncak atau setara dengan 4.076 meter di atas permukaan laut. Warna abu teramati putih keabu-abuan dan mengarah ke barat daya dengan intensitas sedang.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung," ujar Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dalam keterangannya yang diterima di Lumajang, dilansir dari ANTARA.
Lalu pada pukul 05.17 WIB, Gunung Semeru kembali memuntahkan abu vulkanik yang lebih tinggi, yaitu mencapai 900 meter dari puncak (4.576 mdpl). Arah sebaran abu bergerak ke selatan.
Erupsi ketiga muncul sekitar pukul 06.00 WIB dengan ketinggian kolom abu sekitar 700 meter, dan letusan keempat terjadi pukul 08.04 WIB dengan abu setinggi 500 meter mengarah ke selatan dan barat daya. Erupsi terakhir ini tercatat dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 128 detik berdasarkan rekaman seismograf.
Meski sudah beberapa kali erupsi, status Gunung Semeru masih berada di Level II atau Waspada. Tapi, bukan berarti aman sepenuhnya. PVMBG sudah mengeluarkan sejumlah imbauan penting untuk keselamatan warga.
Masyarakat dilarang keras beraktivitas di wilayah tenggara gunung, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak. Di luar itu, aktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai juga tidak disarankan karena risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 13 kilometer.
Tak hanya itu, Gen, radius 3 kilometer dari kawah juga jadi zona merah karena rawan lontaran material pijar. Warga juga diminta selalu waspada terhadap kemungkinan guguran lava, awan panas, dan potensi banjir lahar di aliran sungai yang berhulu dari Semeru seperti Besuk Kembar, Besuk Bang, dan Besuk Sat.
Kalau kamu atau kerabatmu sedang berada di area sekitar Semeru, jangan abaikan peringatan ini, ya. Tetap ikuti arahan dari pihak berwenang dan pantau terus perkembangan infonya lewat kanal resmi PVMBG atau BNPB. Jangan sampai lengah, karena alam bisa berubah kapan saja.
0 Comments
- Jalur Mandiri PTN Juli 2025 Masih Buka! Ini Daftar Kampus & Deadline yang Harus Kamu Tahu
- Kecelakaan Pesawat Jatuh Di Sulawesi Selatan, Tim SAR Temukan Barang Milik Korban Di Jalur Ekstrem Gunung Bulusaraung!
- Spotify Bikin Fitur Baru, Sekarang Kamu Bisa Follow Venue Konser Favorit Langsung dari Aplikasi!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!