Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 700 Meter

Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 700 Meter
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat setelah tercatat mengalami dua kali erupsi pada Sabtu pagi. Gunung yang berada di perbatasan Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 700 meter dari puncak.

Berdasarkan laporan petugas pos pengamatan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.56 WIB. Kolom letusan terpantau mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah barat daya serta barat.

Aktivitas tersebut juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 105 detik, menandakan adanya tekanan magma yang masih aktif di dalam gunung.

Tak berselang lama, erupsi kembali terjadi pada pukul 07.05 WIB dengan karakteristik yang hampir serupa. Tinggi kolom abu tetap mencapai sekitar 700 meter di atas puncak, dengan arah sebaran yang konsisten menuju barat daya dan barat. Durasi erupsi kedua tercatat sekitar 103 detik dengan amplitudo yang sama.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta menjauhi area sempadan sungai dalam jarak 500 meter di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini berkaitan dengan potensi meluasnya awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.

Zona berbahaya lainnya mencakup radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung. Area ini dinilai rawan terhadap lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Pihak pengamatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sejumlah jalur sungai yang berhulu dari puncak Semeru. Di antaranya meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan aliran utama.

Dengan aktivitas yang masih fluktuatif, warga di sekitar kawasan Gunung Semeru diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi seluruh rekomendasi demi menghindari risiko bencana.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE