Dari Mi Instan hingga Sosis, Ini Daftar Makanan UPF dan Dampak Buruknya bagi Kesehatan
Bahaya Tersembunyi Makanan Siap Saji: Mengapa Anda Harus Mulai Membatasi UPF?
JAKARTA, GENVOICE.ID -Bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari atau yang biasa dibeli di supermarket sebenarnya terbagi ke dalam empat kategori berdasarkan Klasifikasi NOVA.
Sistem klasifikasi ini memisahkan makanan mulai dari yang belum diproses (unprocessed food) hingga makanan yang melalui proses pengolahan sangat tinggi atau dikenal dengan istilah Ultra Processed Food (UPF).
Melansir data dari NUPENS USP, klasifikasi NOVA dibentuk karena sebelumnya dampak tingkat pemrosesan makanan terhadap kesehatan manusia belum diteliti secara mendalam.
Kini, berbagai studi telah membuktikan bahwa pemrosesan makanan, terutama kelompok UPF, memiliki kaitan erat dengan lonjakan kasus obesitas dan berbagai penyakit kronis di masyarakat.
Apa Itu Makanan Ultra Processed Food (UPF)?
Pengolahan makanan sebenarnya bukan hal baru, karena manusia telah lama mengenal metode pengasapan atau pengasinan untuk mengawetkan hidangan.
Namun, seiring kemajuan teknologi, industri manufaktur pangan menerapkan metode yang jauh lebih modern untuk memperpanjang masa simpan sekaligus menekan biaya produksi massal.
Menurut penjelasan dari Johns Hopkins University, cara termudah mengenali UPF adalah dengan melihat komposisinya. Makanan ini umumnya mengandung satu atau lebih bahan kimia buatan yang tidak pernah kita gunakan dalam masakan rumahan sehari-hari, seperti zat pengawet, pewarna sintetis, pemanis buatan, dan penguat rasa.
Karena dirancang secara khusus di laboratorium pangan untuk memanjakan lidah manusia, makanan UPF memiliki cita rasa yang sangat lezat dan adiktif. Beberapa contoh makanan UPF yang sangat mudah dijumpai di sekitar kita antara lain:
-
Sereal sarapan yang tinggi kandungan gula
-
Daging olahan seperti sosis dan nugget
-
Minuman berkarbonasi atau bersoda
-
Keripik kentang kemasan
-
Makanan instan, termasuk mi instan
Dampak Buruk Konsumsi Makanan UPF secara Berlebihan
Mengingat sifatnya yang praktis dan menggugah selera, Gen perlu lebih bijak dan mindful dalam mengontrol porsinya. Jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang, makanan UPF menyimpan risiko besar yang mengancam kesehatan tubuh, seperti:
1. Risiko Obesitas (Kegemukan)
Makanan UPF umumnya padat energi namun miskin nutrisi alami. Kandungan kalori, lemak jenuh, dan karbohidrat sederhana yang sangat tinggi di dalamnya membuat tubuh lebih rentan mengalami surplus kalori, yang memicu penumpukan lemak dan obesitas.
2. Memicu Diabetes Tipe 2
Gula buatan dan pemanis tambahan sering kali menjadi bahan utama dalam produk UPF untuk meningkatkan cita rasa. Konsumsi gula berlebih ini secara konsisten dapat mengganggu sensitivitas insulin dan memicu timbulnya penyakit diabetes tipe 2.
3. Menyebabkan Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Selain gula, produsen makanan UPF juga menambahkan kadar natrium atau garam yang sangat tinggi sebagai pengawet alami sekaligus penguat rasa gurih. Penumpukan natrium di dalam darah inilah yang memicu penyempitan pembuluh darah dan menyebabkan hipertensi.
Langkah Bijak Menjaga Pola Makan
Tidak bisa dimungkiri bahwa makanan UPF menawarkan kelezatan dan kepraktisan yang sulit ditolak di tengah kesibukan modern. Kendati demikian, demi investasi kesehatan jangka panjang, sangat disarankan untuk membatasi konsumsinya mulai dari sekarang.
Gen bisa menjadikannya sebagai menu selingan sesekali saja, misalnya saat momen cheating day diet, dan kembali memprioritaskan makanan utuh (whole foods) yang lebih kaya nutrisi alami.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!