Konflik AS-Iran Bikin Tim Formula 1 Terjebak di Timur Tengah, Hilal F1 Terancam?

Konflik AS-Iran Bikin Tim Formula 1 Terjebak di Timur Tengah, Hilal F1 Terancam?
Dubai International Airport, salah satu bandara terbaik di dunia - (Dok. Skytrax).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sejumlah tim Formula 1 mengalami kendala penerbangan akibat memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah membuat hampir seluruh bandara ditutup sementara, termasuk Bandara Internasional Dubai yang selama ini menjadi salah satu jalur utama mobilitas tim dan kru F1.

Kepala Penyelenggara GP Australia, Travis Auld, mengakui dalam 48 jam terakhir pihaknya harus melakukan berbagai penyesuaian penerbangan. Ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi tanggung jawab penuh Formula 1 sebagai penyelenggara kejuaraan.

"Dalam 48 jam terakhir membutuhkan penyesuaian penerbangan. Ini adalah tanggung jawab dari Formula 1," kata Travis Auld dikutip dari BBC, Selasa, (3/3).

Menurutnya, penerbangan untuk tim, pembalap, hingga personel pendukung telah diatur ulang agar seluruhnya tetap bisa hadir tepat waktu untuk seri pembuka musim ini.

"Mereka telah mengubah penerbangan tim, pembalap, dan juga personel lainnya sehingga bisa menjalani balapan pada akhir pekan. Jumlahnya cukup banyak," imbuhnya.

Meski situasi global tengah memanas, Travis memastikan para penggemar tidak perlu khawatir. Ia menyebut seluruh pihak yang terlibat dipastikan tetap akan berada di Melbourne dan siap menjalani balapan.

"Sepemahaman saya, semuanya sudah diamankan, semua orang akan berada di sini siap untuk balapan dan penggemar tidak akan melihat perbedaan apa pun," ujarnya.

Musim 2026 akan dibuka lewat seri GP Australia yang digelar di Melbourne Grand Prix Circuit pada 8 Maret. Namun, dampak konflik sebelumnya sudah terasa ketika pemasok ban resmi F1, Pirelli, membatalkan tes uji coba yang sedianya berlangsung di Bahrain International Circuit.

Ketegangan antara AS dan Iran diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat. Situasi ini berpotensi memengaruhi sejumlah seri yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Timur Tengah. Hingga kini, Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) selaku federasi otomotif dunia belum mengumumkan keputusan resmi terkait kemungkinan perubahan jadwal atau relokasi balapan di wilayah tersebut.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE