BMKG Ungkap Jadwal Puncak Musim Hujan 2026/2027, Jakarta Kebagian Bulan Apa?

Awal musim hujan 2026/2027 diprediksi mundur dan tidak datang bersamaan di seluruh Indonesia. BMKG memperkirakan puncak hujan terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027.

BMKG Ungkap Jadwal Puncak Musim Hujan 2026/2027, Jakarta Kebagian Bulan Apa?
Jadwal Puncak Musim Hujan 2026/2027. - (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di sebagian besar wilayah Indonesia. Fenomena El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) di sekitar Indonesia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," kata Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers Prediksi Musim Hujan yang disiarkan melalui YouTube Info BMKG, Selasa (22/9/2026).

Kondisi musim hujan juga tidak akan terjadi secara serentak di seluruh Indonesia. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan sebagian besar wilayah diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November dan Desember 2026.

Mayoritas Wilayah Masuk Musim Hujan Lebih Lambat

BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dibandingkan kondisi normal. Berdasarkan data BMKG, 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 persen luas daratan Indonesia diperkirakan memasuki musim hujan lebih lambat dari biasanya.

Sementara itu, 26 ZOM atau sekitar 2,15 persen luas wilayah diprediksi memasuki musim hujan sesuai kondisi normal. Hanya 11 ZOM atau 1,12 persen luas daratan yang diperkirakan mengalami awal musim hujan lebih cepat dari normal.

Ardhasena mengatakan karakter musim hujan 2026/2027 secara umum masih berada dalam kategori normal. Kondisi normal tersebut mencakup 510 ZOM atau sekitar 69,76 persen luas daratan Indonesia.

"Musim hujan 2026/2027 umumnya bersifat normal pada 510 ZOM (69,76% luas daratan Indonesia). Perlu menjadi perhatian bagi 147 ZOM (18,55% luas daratan) karena sifatnya hujannya lebih basah serta hanya 42 ZOM (11,69%) diprediksi akan bersifat bawah normal atau lebih kering," tutur Ardhasena.

Puncak Musim Hujan Terbanyak Desember

Meski awal musim hujan diprediksi mundur, puncak musim hujan tetap berbeda-beda berdasarkan wilayah. BMKG memperkirakan Desember 2026 menjadi periode dengan cakupan wilayah puncak hujan terbesar, yakni sekitar 36,94 persen luas daratan Indonesia.

Januari 2027 kemudian menjadi periode puncak hujan bagi sekitar 25,68 persen wilayah Indonesia. Sementara itu, sekitar 16,79 persen luas daratan diprediksi mencapai puncak musim hujan pada Februari 2027.

Berikut rincian wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan berdasarkan bulannya:

1. Puncak Musim Hujan Desember 2026

  • Sebagian besar Sumatera
  • Sebagian besar Kalimantan
  • Sebagian Sulawesi Utara
  • Pesisir selatan Gorontalo
  • Sebagian kecil Sulawesi Tengah
  • Sebagian besar Sulawesi Barat
  • Sebagian kecil Maluku
  • Papua Barat Daya bagian barat
  • Sebagian kecil Papua Barat
  • Papua bagian utara
  • Papua Tengah bagian timur
  • Papua Selatan bagian barat

2. Puncak Musim Hujan Januari 2027

  • Riau bagian selatan
  • Kepulauan Riau bagian tengah
  • Sebagian kecil Jambi
  • Bengkulu bagian utara
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sumatera Selatan bagian barat
  • Lampung bagian utara
  • Sebagian Jawa
  • Bali bagian tengah
  • NTB bagian barat
  • Sebagian NTT
  • Sebagian Kalimantan Barat
  • Sebagian besar Kalimantan Tengah
  • Sebagian kecil Kalimantan Timur
  • Sebagian Kalimantan Selatan
  • Sebagian Sulawesi
  • Sebagian kecil Maluku Utara
  • Maluku bagian barat
  • Sebagian Pulau Papua

3. Puncak Musim Hujan Februari 2027

  • Lampung bagian tengah
  • Sebagian besar Jawa
  • Sebagian besar Bali
  • Sebagian NTB
  • Sebagian besar NTT
  • Sulawesi Barat bagian selatan
  • Sebagian Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tenggara bagian selatan
  • Sebagian Maluku
  • Sebagian besar Pulau Papua

Bagaimana Menentukan Awal Musim Hujan?

BMKG memiliki kriteria tertentu untuk menentukan apakah sebuah wilayah telah memasuki musim hujan. Salah satu indikatornya adalah curah hujan yang mencapai sedikitnya 50 milimeter dalam satu dasarian atau periode 10 hari.

Curah hujan tersebut juga harus terjadi dan diikuti oleh kondisi serupa selama sedikitnya dua dasarian berikutnya secara berturut-turut. Karena itu, satu kali hujan deras belum otomatis berarti sebuah wilayah telah memasuki musim hujan.

Awal musim hujan dapat terjadi lebih cepat, sesuai normal, atau lebih lambat dibandingkan kondisi klimatologis. Kondisi normal tersebut dihitung berdasarkan rata-rata selama periode 30 tahun.

Sebagian Besar Musim Hujan Diprediksi Normal

Selain memprediksi waktu datang dan puncak musim hujan, BMKG juga memperkirakan karakter curah hujan sepanjang musim 2026/2027. Sebanyak 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami akumulasi curah hujan musiman dalam kategori normal.

Wilayah tersebut mencakup sebagian besar Sumatera, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Kalimantan, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, serta sebagian besar Pulau Papua. Artinya, meski waktu datangnya musim hujan dapat lebih lambat, jumlah curah hujan selama musim tersebut di mayoritas wilayah masih diprediksi berada pada kategori normal.

Di sisi lain, 147 ZOM atau sekitar 18,55 persen luas daratan diprediksi mengalami curah hujan lebih basah dari normal. Sebanyak 42 ZOM atau sekitar 11,69 persen wilayah justru diperkirakan mengalami kondisi lebih kering dari normal.

Waspadai Musim Hujan yang Lebih Singkat

BMKG juga mencatat bahwa musim hujan 2026/2027 berpotensi memiliki durasi lebih pendek dibandingkan kondisi normal di sejumlah besar wilayah. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena periode kering yang lebih panjang dapat memengaruhi ketersediaan air sebelum hujan kembali meningkat.

Masyarakat tetap perlu menyesuaikan persiapan dengan kondisi wilayah masing-masing. Wilayah yang mengalami puncak hujan pada Desember memiliki waktu persiapan berbeda dengan daerah yang baru mencapai puncak pada Januari atau Februari 2027.

Dengan prediksi tersebut, masyarakat dapat mulai memperhatikan informasi cuaca dan perkembangan musim dari BMKG menjelang periode puncak hujan. Mengetahui kapan puncak musim hujan terjadi juga penting untuk menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi banjir, longsor, genangan, maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE