Sekuel Film Barbie Terancam Batal Usai Negosiasi Warner Bros dan Mattel Buntu

Meski film pertamanya meraup pendapatan fantastis, kelanjutan Barbie masih belum menemui titik terang. Perselisihan terkait pembagian keuntungan dan kontrak para pemeran disebut menjadi penghambat utama.

Sekuel Film Barbie Terancam Batal Usai Negosiasi Warner Bros dan Mattel Buntu
Sekuel film yang sukses besar pada 2023 itu dikabarkan masih terhambat setelah Warner Bros. Discovery dan Mattel belum mencapai kesepakatan - (Dok. Warner Bros.).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar kurang menggembirakan datang bagi para penggemar film Barbie. Sekuel film yang sukses besar pada 2023 itu dikabarkan masih terhambat setelah Warner Bros. Discovery dan Mattel belum mencapai kesepakatan untuk melanjutkan proyek tersebut.

Padahal, film pertama Barbie mencatat kesuksesan luar biasa di box office global dengan pendapatan sekitar 1,4 miliar dolar AS. Namun, besarnya keuntungan tersebut ternyata belum cukup untuk menjamin kelanjutan waralaba film tersebut.

Negosiasi Masih Alot

Laporan The New York Times menyebutkan hingga kini belum ada kesepakatan resmi terkait produksi sekuel Barbie. Waktu yang tersedia juga semakin terbatas karena hak penggarapan film tersebut berpotensi kembali ke Mattel apabila kesepakatan tidak segera tercapai.

Jika hak tersebut benar-benar kembali ke Mattel, perusahaan mainan itu harus memulai proses pengembangan film dari awal. Kondisi ini juga berpotensi membuat Margot Robbie, Ryan Gosling, hingga sutradara Greta Gerwig tidak lagi terlibat dalam proyek sekuel.

Kontrak Pemeran Jadi Kendala

Berbeda dengan kebanyakan film waralaba Hollywood, para pemeran utama Barbie hanya menandatangani kontrak untuk satu film. Artinya, Margot Robbie, Ryan Gosling, maupun Greta Gerwig tidak memiliki kewajiban untuk kembali dalam proyek lanjutan.

Laporan tersebut juga mengungkap bahwa Ryan Gosling sempat ditawari bayaran sebesar 20 juta dolar AS untuk kembali memerankan karakter Ken. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan yang mengikat seluruh pihak.

Persoalan Pembagian Keuntungan

Salah satu hambatan terbesar dalam negosiasi disebut berasal dari perbedaan pandangan mengenai pembagian pendapatan film. CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, dikabarkan tidak menyetujui skema yang memberikan Margot Robbie dan Ryan Gosling bagian dari pendapatan box office apabila film mencapai target tertentu, sekaligus kenaikan bayaran bagi para pemeran utama.

Sementara itu, perwakilan Warner Bros. menyatakan bahwa pihak studio telah mengajukan proposal terakhir pada Mei lalu. Namun, menurut mereka, perwakilan para talenta memilih menolak tawaran tersebut dan belum mengajukan proposal balasan.

"Perwakilan para talenta menolak tawaran terakhir yang diajukan pada bulan Mei, dan belum mengajukan tawaran baru."

Ketua bersama Warner Bros. Pictures, Pam Abdy dan Michael De Luca, juga menegaskan bahwa studio masih berupaya mempertahankan hak atas film tersebut. Mereka menyebut berbagai penawaran telah diajukan kepada Mattel, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil.

"Kami memiliki kesepakatan hak cipta dengan Mattel dan telah membuat serangkaian penawaran besar untuk mencoba menyelesaikan kesepakatan untuk membuat film Barbie berikutnya. Sayangnya, kami belum dapat mencapai kesepakatan hingga saat ini."

Cerita Sudah Disiapkan

Di tengah proses negosiasi yang belum selesai, Greta Gerwig bersama Noah Baumbach dikabarkan telah menyiapkan ide cerita untuk sekuel Barbie. Namun, naskah tersebut masih dirahasiakan dan belum akan mulai ditulis hingga seluruh kesepakatan bisnis benar-benar rampung.

Meski nantinya negosiasi berhasil diselesaikan, proses produksi film diperkirakan tidak akan langsung dimulai. Hal itu karena Greta Gerwig tengah menggarap film Narnia: The Magician's Nephew untuk Netflix, sementara Margot Robbie sedang menjalani produksi film prekuel Ocean's 11.

Masa Depan Barbie Masih Tanda Tanya

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah Warner Bros. dan Mattel mampu mencapai titik temu sebelum batas waktu hak penggarapan berakhir. Apabila negosiasi gagal, masa depan sekuel Barbie dipastikan harus dimulai kembali dari awal dengan peluang hadirnya jajaran pemain dan tim kreatif yang berbeda.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE