Kereta Argo Bromo Anggrek Anjlok, Penumpang Terlambat dan Jalur Dialihkan Lewat Selatan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gangguan besar terjadi pada perjalanan sejumlah kereta jarak jauh tujuan Malang setelah insiden anjloknya kereta Argo Bromo Anggrek di Stasiun Pegadenbaru, Subang, Jawa Barat, Jumat, 1 Agustus 2025. Peristiwa ini menyebabkan jalur utara dari Jakarta ke Jawa Timur lumpuh, memaksa kereta-kereta dialihkan melalui jalur selatan dengan waktu tempuh yang lebih lama.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan yang dialami penumpang, khususnya di Stasiun Malang pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Mengutip dari MetroTV, Sabtu (2/8), perubahan rute harus dilakukan karena kondisi di jalur Cikampek-Cirebon tidak memungkinkan dilewati, sehingga kereta dialihkan melalui jalur Cikampek-Bandung-Banjar-Kroya-Purwokerto-Tegal-Semarang.
Akibat pengalihan tersebut, beberapa kereta seperti KA 38 Brawijaya, KA 246 Majapahit, dan KA 36 Gajayana mengalami keterlambatan cukup signifikan. KAI menyatakan tengah berupaya keras mengembalikan operasional ke kondisi normal.
"Kami mohon maaf atas keterlambatan perjalanan yang dialami pelanggan akibat gangguan operasional. Keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami," kata Manager Humas Daop 8 Surabaya, Luqman Arif.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI akan memberikan kompensasi sesuai aturan service recovery yang berlaku. Perusahaan juga menegaskan komitmen mereka untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi layanan pelanggan melalui Contact Center 121, WhatsApp 0811-1211-1121, aplikasi KAI Access, atau akun media sosial resmi KAI.
Insiden anjloknya Argo Bromo Anggrek melibatkan lima gerbong-satu pembangkit, dua kompartemen, dan dua eksekutif-dari total 12 rangkaian kereta. Saat kejadian, kereta tengah membawa 259 penumpang. Satu penumpang dilaporkan mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.
KAI memastikan penyelidikan atas kejadian ini terus berlangsung guna menjamin keselamatan transportasi kereta api di masa mendatang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!