Harga Sembako Nggak Boleh Liar Selama Ramadan, Spekulan Siap-Siap Kena Sikat

R
Rivaldi Dani Rahmadi
Penulis
News
Harga Sembako Nggak Boleh Liar Selama Ramadan, Spekulan Siap-Siap Kena Sikat
- (Dok. Antara).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Prabowo Subianto gercep kasih instruksi e jajarannya buat jaga stabilitas Harga sembako dan pastikan stok aman buat masyarakat, apalagi saat Ramadan.

"Saya sudah menyampaikan instruksi kepada Menko Pangan, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, semua menteri terkait untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dan mencegah adanya kenaikan dan lonjakan harga yang spekulatif," kata Prabowo.

Prabowo ngaku lagi mantau terus harga pangan dalam beberapa minggu terakhir. Dia juga pastiin semua orang, terutama yang paling butuh, tetap bisa dapetin bahan makanan dengan harga terjangkau.

Bukan cuma ngawasin, tapi pemerintah juga siap ambil tindakan tegas buat ngelawan praktik spekulasi di pasar. Apalagi nggak sedikit oknum-oknum yang manfaatin momen Ramadan buat naikin harga seenaknya.

iklan gulaku

Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Eugenia Mardanugraha, bilang kalau harga pangan jelang Ramadan dan Lebaran emang cenderung naik, karena permintaan juga makin tinggi. Makanya, pemerintah harus sigap jaga stok tetap aman dan atur Harga Eceran Tertinggi (HET) biar kenaikan harga gak gila-gilaan.

"Situasi permintaan yang tinggi seringkali disalahgunakan oknum untuk menimbun ataupun melakukan kesepakatan penetapan harga, sehingga memperburuk situasi,"papar Eugenia yang juga sebagai Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI).

KPPU bakal terus awasi kelakuan pelaku usaha, apalagi di saat permintaan naik drastis. Sebagai gambaran, praktik monopoli berpeluang lebih besar terjadi pada periode seperti saat ini. Untuk kasus penimbunan, sebenarnya bisa dijerat pidana oleh Satgas Pangan sekaligus persaingan usaha oleh KPPU.

Berdasarkan survei terbaru KPPU tanggal 24 Februari, dari 17 komoditas pangan, 12 di antaranya udah di atas HET di 7 wilayah pantauan. Meskipun para pedagang mengatakan bahwa stok tersedia, namun perilaku pelaku usaha perlu diawasi.

"Apabila ditemukan adanya bukti melanggar UU No. 5 Tahun 1999, maka KPPU tidak segan menindak pelaku usaha yang melakukan kecurangan,"tukas Eugenia.

Sementara itu, peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa kasih saran ke pemerintah buat sinkronisasi data panen di tiap wilayah biar bisa ngatur stok dengan baik. Hal ini bisa dibantu pakai teknologi informasi buat monitor distribusi pangan & rantai pasok, termasuk pantauan di pasar tradisional.

"Perlu monitoring kelancaran distribusi pangan dan rantai pasok pangan, termasuk pemantauan intensif di pasar-pasar rakyat,"ungkap Awan.

Spekulan Mainkan Harga

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, menilai seruan Presiden itu sebagai langkah positif, tetapi tantangan terbesarnya ada pada tataran implementasi.

"Instruksi ini memang diperlukan, tetapi eksekusinya tidak mudah. Stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan selalu menjadi isu tahunan, dan faktor-faktor seperti distribusi, spekulasi, serta cuaca bisa memengaruhi hasilnya," kata Maruf.

Ia juga menekankan pentingnya peran Bulog dan cadangan beras pemerintah (CBP) dalam menjaga harga di pasar tetap terkendali.

"Jika stok pangan cukup dan distribusi lancar, harga tetap stabil. Namun, jika ada gangguan di rantai pasok atau spekulan memainkan harga, intervensi pasar harus cepat dilakukan," kata Maruf.

Dia juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut harus diikuti dengan pengawasan ketat agar tidak hanya bersifat seremonial.

"Pemerintah harus memastikan koordinasi antar-kementerian berjalan efektif, terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan selama bulan puasa," pungkasnya.

  • Tag:
  • Harga Sembako
  • Bulan Ramadhan
  • Presiden Prabowo Subianto

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi