Dua Mantan Karyawan Meta Luncurkan Stream, Cincin Pintar untuk Tangkap Ide Spontan dengan Bantuan AI
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dua mantan karyawan Meta, Mina Fahmi dan Kirak Hong, memperkenalkan perangkat wearable baru berbentuk cincin pintar bernama Stream.
Cincin ini dirancang untuk membantu pengguna merekam ide yang muncul secara spontan tanpa harus membuka ponsel. Semua catatan suara pengguna akan tersimpan dan diatur otomatis lewat aplikasi khusus dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).
Fahmi dan Hong, yang sebelumnya bekerja di divisi desain antarmuka Meta, kini membangun startup baru bernama Sandbar. Dari perusahaan inilah ide Stream lahir.
Dalam wawancara dengan TechCrunch, Fahmi menceritakan bahwa ide awal perangkat ini datang dari kebiasaan pribadinya yang sering mendapat inspirasi saat berjalan atau bepergian, tapi kehilangan momen karena harus membuka ponsel untuk mencatat.
"Banyak ide muncul saat saya berjalan atau bepergian, dan saya tidak ingin mengeluarkan ponsel untuk mengganggu momen itu," ujar Fahmi.
Ia dan Hong kemudian berambisi membuat perangkat yang bisa langsung merekam pemikiran di saat ide tersebut muncul.
Cincin pintar Stream dipakai di jari telunjuk dan dilengkapi mikrofon serta panel sentuh (touch pad) kecil di bagian atas. Cara penggunaannya cukup sederhana: tekan dan tahan area touch pad, lalu ucapkan ide atau catatan yang ingin disimpan. Mikrofon akan aktif hanya ketika ada sentuhan, sehingga privasi pengguna tetap terjaga.
Mikrofonnya diklaim sangat sensitif, mampu menangkap suara pelan bahkan bisikan. Setelah perekaman selesai, hasil suara otomatis dikirim dan ditranskripsikan ke dalam aplikasi Stream di perangkat iOS. Belum diketahui apakah aplikasi ini juga akan hadir untuk Android, karena dalam demonstrasi virtualnya, Fahmi hanya memperlihatkan versi iPhone.
Aplikasi Stream memiliki asisten AI bawaan yang berfungsi membantu pengguna meninjau, mengatur, atau mendiskusikan kembali ide yang sudah direkam. Menariknya, Sandbar menambahkan fitur personalisasi suara agar pengguna bisa mengubah suara asisten AI menjadi mirip dengan suara mereka sendiri.
Bagi pengguna yang ingin berinteraksi lebih privat, Stream mendukung penggunaan headphone agar percakapan dengan AI tidak terdengar orang lain. Sementara itu, untuk pengguna tanpa headphone, cincin ini memberikan haptic feedback atau getaran halus setiap kali perintah suara berhasil diproses. Dengan fitur ini, pengguna bisa menambahkan tugas, membuat catatan, atau mencentang daftar aktivitas dengan mudah.
Selain fungsi pencatat ide, Stream juga dapat digunakan sebagai pengontrol media, memungkinkan pengguna memutar, menjeda, mengganti lagu, atau menyesuaikan volume hanya dengan menyentuh panel cincin.
Cincin pintar Stream dijadwalkan rilis pada musim panas 2026 (sekitar Juni-Agustus). Konsumen sudah bisa melakukan pre-order sejak 5 November 2025 dengan harga 249 dolar AS (sekitar Rp 4,1 juta) untuk varian Silver dan 299 dolar AS (sekitar Rp 5 juta) untuk varian Gold.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!