Pendapatan Meta Tembus Puluhan Miliar Dolar AS, AI Bikin Saham Melonjak Gila-gilaan!

Pendapatan Meta Tembus Puluhan Miliar Dolar AS, AI Bikin Saham Melonjak Gila-gilaan!
- (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Meta kembali mengguncang dunia teknologi setelah melaporkan proyeksi pendapatan kuartal ketiga yang jauh melampaui ekspektasi analis, dengan estimasi mencapai antara 47,5 miliar hingga 50,5 miliar dolar AS.

Dilansir dari Reuters, kabar tersebut langsung mendorong lonjakan saham Meta sebesar 11 persen dalam perdagangan setelah penutupan pasar pada Rabu malam, menandai respons positif dari investor terhadap kinerja dan arah baru perusahaan yang semakin agresif dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Keberhasilan ini datang dari penguatan bisnis inti Meta, iklan digital di Facebook dan Instagram, yang kini semakin didukung oleh AI. Dalam laporan terbarunya, Meta menyatakan bahwa sistem rekomendasi iklan berbasis AI meningkatkan konversi iklan sebesar lima persen di Instagram dan tiga persen di Facebook selama kuartal kedua. Meta juga meluncurkan fitur terbaru berbasis AI yang mampu mengubah gambar statis menjadi video iklan secara otomatis melalui platform Advantage+, mempercepat dan menyederhanakan proses pemasaran digital.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, menegaskan bahwa AI kini menjadi pusat dari semua strategi pertumbuhan perusahaan. Dalam panggilan konferensi dengan analis, ia menyatakan bahwa kemajuan AI yang cepat terus melampaui ekspektasi dan bahwa Meta akan mendorong pengembangannya secara agresif. Ia juga menyinggung soal tujuan jangka panjang perusahaan untuk menciptakan "superintelligence," yakni kecerdasan buatan yang melampaui manusia dalam segala aspek, dan bahwa tren percepatan teknologi selama setahun terakhir memperkuat keyakinan Meta terhadap visi tersebut.

Untuk menunjang ambisi tersebut, Meta menaikkan proyeksi belanja modal tahun ini sebesar 2 miliar dolar AS, dengan total antara 66 miliar hingga 72 miliar dolar AS. Perusahaan juga mempersiapkan belanja yang lebih besar lagi pada 2026. Kenaikan biaya ini didorong oleh pembangunan pusat data AI serta perekrutan besar-besaran peneliti dan insinyur AI dari perusahaan pesaing. Meta bahkan mengakuisisi saham senilai 14,3 miliar dolar AS di perusahaan rintisan Scale AI dan merekrut CEO mudanya, Alexandr Wang. Sumber internal juga mengungkap bahwa Meta telah mengalokasikan lebih dari 100 juta dolar AS untuk merekrut peneliti-peneliti AI dengan paket kompensasi premium.

Secara keseluruhan, pendapatan kuartal kedua Meta mencapai 47,52 miliar dolar AS, jauh melampaui estimasi analis sebesar 44,80 miliar dolar AS. Laba per saham juga melonjak ke angka 7,14 dolar AS, melampaui proyeksi sebesar 5,92 dolar AS. Kinerja kuat ini membuat nilai pasar gabungan Meta dan Microsoft naik hingga setengah triliun dolar AS hanya dalam satu malam, seiring dengan laporan serupa dari Microsoft yang juga meningkatkan belanja modal mereka secara drastis demi mengejar dominasi AI.

Namun, di balik euforia finansial dan teknologinya, Meta tetap berada dalam tekanan regulasi yang meningkat. Regulator antimonopoli Amerika Serikat tengah menggugat Meta atas tuduhan monopoli melalui akuisisi Instagram dan WhatsApp. Jika gugatan ini berhasil, Meta bisa dipaksa untuk melepas dua aset berharganya tersebut. Persidangan besar dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, dengan dokumen pengadilan akan diajukan pada September.

Di tengah persaingan ketat dengan Google dan Microsoft dalam perlombaan AI global, serta ancaman dari platform seperti TikTok, Meta menunjukkan bahwa transformasi besar-besaran melalui AI bukan hanya retorika, melainkan strategi nyata yang sudah mulai memberikan hasil finansial yang sangat signifikan. Kini, Zuckerberg tidak hanya berbicara soal masa depan AI, tetapi juga mengalirkannya langsung ke dalam model bisnis perusahaan dan pasar pun mulai percaya.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE