Allianz Life Dibobol Hacker! Jutaan Data Nasabah Bocor
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia keamanan siber kembali diguncang! Perusahaan asuransi raksasa asal AS, Allianz Life, mengonfirmasi bahwa mereka menjadi korban pembobolan data besar-besaran oleh kelompok peretas misterius yang berhasil mencuri data pribadi mayoritas dari 1,4 juta nasabahnya.
Dilansir dari Tech Crunch, dalam pemberitahuan resmi yang diajukan ke beberapa negara bagian AS dan dilihat oleh TechCrunch, Allianz Life mengungkap bahwa data yang berhasil dicuri termasuk nama lengkap, tanggal lahir, alamat rumah, dan nomor Jaminan Sosial (Social Security Number),informasi yang sangat sensitif dan dapat digunakan untuk berbagai bentuk penipuan identitas.
Insiden peretasan ini terjadi pada 16 Juli 2025, dan menurut Allianz, kebocoran terjadi akibat serangan rekayasa sosial (social engineering). Para peretas berhasil menyamar sebagai pegawai internal, misalnya, dengan berpura-pura kehilangan akses akun, dan menipu tim helpdesk untuk mendapatkan akses ke sistem basis data relasi pelanggan.
"Basis data relasi pelanggan kami berhasil ditembus melalui taktik penipuan sosial," tulis pihak Allianz dalam dokumen resminya.
Perwakilan Allianz Life, Brett Weinberg, saat dihubungi menyatakan bahwa perusahaan mengetahui jenis data pribadi yang berhasil dicuri, namun menolak memberikan rincian kepada media. Ia memastikan bahwa pemberitahuan kepada individu yang terdampak akan mulai dikirimkan pada 1 Agustus, berisi rincian lengkap jenis data yang terdampak.
Allianz Life menjadi perusahaan asuransi terbaru yang menjadi korban dalam gelombang serangan siber terhadap industri keuangan di AS, menyusul kasus serupa yang menimpa Aflac dan Erie Insurance dalam beberapa minggu terakhir. Para penyerang diduga merupakan kelompok peretas yang memang dikenal spesialis dalam serangan rekayasa sosial dan telah meningkatkan aktivitas mereka secara signifikan.
Kebocoran ini memicu kekhawatiran besar tentang keamanan data di sektor keuangan, terutama karena informasi yang bocor dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk aksi penipuan, pembukaan rekening palsu, atau bahkan pencurian identitas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!