Lebaran Jadi Panggung Emas, Film "Danur: The Last Chapter" Pimpin Lonjakan Penonton Bioskop
JAKARTA, GENVOICE.ID - Momentum libur Lebaran 2026 kembali membawa angin segar bagi industri perfilman Tanah Air. Sejumlah film Indonesia yang mulai tayang sejak 18 Maret sukses menarik jutaan penonton ke bioskop, berdasarkan data Cinepoint sepanjang Maret 2026.
Film horor Danur: The Last Chapter menjadi yang paling unggul dengan perolehan lebih dari 2,3 juta penonton. Capaian ini menempatkannya sebagai film terlaris selama periode Lebaran tahun ini.
Di posisi berikutnya, film drama Tunggu Aku Sukses Nanti berhasil mengumpulkan lebih dari 1,6 juta penonton. Sementara itu, film horor Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa juga mencatatkan prestasi dengan menembus angka satu juta penonton.
Sutradara Azhar Kinoi Lubis menyampaikan apresiasinya kepada para penonton yang telah mendukung film "Suzzanna". Ia menilai antusiasme penonton menjadi bukti bahwa film Indonesia masih memiliki daya tarik kuat, terutama lewat sajian visual dan cerita yang intens.
Hal senada juga disampaikan oleh Luna Maya yang memerankan tokoh Suzzanna. Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa karakter legendaris tersebut masih memiliki tempat istimewa di hati penonton.
Tak hanya genre horor, film lain juga mencatat angka yang cukup signifikan. Film keluarga Na Willa berhasil meraih lebih dari 800 ribu penonton, sementara drama Senin Harga Naik mendekati 700 ribu penonton.
Sementara itu, film dengan konsep petualangan dan fiksi ilmiah Pelangi di Mars mencatatkan lebih dari 200 ribu penonton selama periode yang sama.
Di tengah dominasi film lokal, beberapa film internasional juga tetap menarik minat penonton. Film animasi Hoppers meraih lebih dari 700 ribu penonton, sedangkan film petualangan komedi Panda Plan: The Magical Tribe mencatatkan lebih dari 200 ribu penonton.
Adapun film lain seperti Kuyank dan Alas Roban turut meramaikan bioskop dengan perolehan ratusan ribu penonton.
Lonjakan jumlah penonton ini menegaskan bahwa momen Lebaran masih menjadi waktu strategis bagi industri film Indonesia untuk menarik perhatian publik. Antusiasme tinggi penonton juga menjadi sinyal positif bagi kebangkitan perfilman nasional di tengah persaingan dengan film internasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!