Dosen Harus Jadi Teladan, DPR Kecam Aksi Meludah Kasir oleh Dosen UIM
JAKARTA, GENVOICE.ID - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mengecam keras tindakan dosen Universitas Islam Makassar (UIM), Amal Said (AS), yang meludahi seorang kasir swalayan.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut bukan sekadar persoalan emosi sesaat, melainkan mencederai martabat profesi pendidik dan nilai kemanusiaan di ruang publik.
Menurut Lalu, dosen tidak hanya bertugas mengajar di ruang kelas, tetapi juga memikul tanggung jawab moral sebagai teladan di tengah masyarakat. Sikap arogan, terlebih tindakan meludah kepada pekerja layanan, dinilainya bertentangan dengan etika akademik, adab sosial, serta nilai-nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh seorang pendidik.
"Dosen adalah pendidik sekaligus teladan moral di ruang publik sehingga sikap arogan, apalagi tindakan meludah kepada pekerja layanan, jelas bertentangan dengan nilai etika akademik, adab sosial, dan martabat profesi pendidik," ujar Lalu di Jakarta, Selasa.
Ia menegaskan bahwa alasan emosi tidak dapat dijadikan pembenaran atas kekerasan, baik secara verbal maupun simbolik. Justru, kata Lalu, kemampuan mengendalikan diri merupakan bagian tak terpisahkan dari integritas seorang dosen dan aparatur sipil negara.
Legislator dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II itu juga menyoroti pentingnya penegakan sanksi secara tegas dan proporsional. Menurutnya, sanksi bukan semata-mata untuk menghukum individu, tetapi menjadi bentuk pembelajaran kolektif agar kejadian serupa tidak terulang.
"Penegakan sanksi ini penting agar menjadi pelajaran bahwa ruang publik dan dunia akademik menuntut sikap beradab, bukan arogansi," tegasnya.
Sebelumnya, Universitas Islam Makassar menyatakan tindakan Amal Said tidak etis dan melanggar kode etik dosen. Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (29/12), pihak kampus memutuskan memberhentikan Amal Said sebagai dosen UIM.
Karena berstatus aparatur sipil negara, Amal Said kemudian dikembalikan ke LLDIKTI Wilayah IX untuk proses lebih lanjut. Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena melibatkan figur pendidik yang seharusnya menjadi contoh, namun justru mempertontonkan perilaku yang bertolak belakang dengan nilai akademik dan kemanusiaan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!