Warga Mengaku Lapar dan Putus Asa, Minimarket di Tapteng Jadi Alasan Lakukan Penjarahan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rekaman video yang memperlihatkan puluhan warga menjarah sebuah minimarket di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mendadak viral dan memicu gelombang pertanyaan, apa yang sebenarnya terjadi di balik aksi itu?
Dalam rekaman tersebut terlihat pintu minimarket didorong ramai-ramai. Begitu berhasil terbuka, warga langsung mengambil apa pun yang tersisa, mulai dari makanan ringan hingga kebutuhan pokok. Setiap orang yang keluar membawa sesuatu, seolah mereka hanya punya satu kesempatan untuk mendapatkan makanan pada hari itu.
Di balik aksi yang tampak kacau itu, tersimpan cerita putus asa. Wilayah Tapteng sedang dilanda banjir dan longsor yang merusak rumah warga serta memutus akses logistik. Seorang warga bernama Aswan menggambarkan situasinya sebagai “hancur sekali”, dengan sembako yang benar-benar kosong dan banyak rumah hanyut terbawa banjir.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga merasa tak punya pilihan lain. Bantuan logistik belum sampai ke sejumlah titik terdampak, sementara persediaan makanan nyaris tidak ada. Minimarket yang masih berdiri menjadi satu-satunya sumber pangan yang bisa dijangkau.
Polda Sumatera Utara membenarkan bahwa video tersebut memang terjadi di Tapteng. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan menyebut penanganannya sudah berada di bawah Polres Tapanuli Tengah. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu diduga terjadi sehari sebelum bantuan logistik tiba melalui jalur udara.
Aksi penjarahan ini memperlihatkan bagaimana bencana bisa mendorong masyarakat ke titik paling rentan. Tidak ada yang berharap mengambil barang tanpa membayar, tetapi rasa lapar dan ketidakpastian sering kali menghapus batas antara pilihan dan keadaan darurat.
Hingga kini, distribusi bantuan terus dikejar agar tidak ada lagi warga yang merasa harus bertahan hidup dengan cara seperti itu. Pemerintah daerah dibantu aparat dan relawan berupaya mempercepat pengiriman logistik ke semua wilayah terisolasi agar situasi tidak makin memburuk.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!