Klub Prancis Olympique Marseille Angkat Suara, Beri Penghormatan untuk Korban Demo yang Dibunuh Polisi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Duka yang menyelimuti Indonesia atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, ternyata sampai ke kancah sepak bola Eropa. Klub raksasa Ligue 1, Olympique Marseille, memberikan penghormatan khusus bagi Affan yang tewas dibunuh polisi saat kericuhan demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8) malam.
Lewat akun Instagram resminya, @olympiquedemarseille, Marseille mengunggah foto gelandang Pierre-Emile Højbjerg dengan pose memberi hormat. Dalam unggahan itu, klub menuliskan nama Affan Kurniawan bersama Gamma Rizkynata Oktafandy dan Moh Umar Amaruddin. Mengutip dari ANTARA News, Sabtu (30/8), postingan tersebut ditutup dengan emoji tangan menyatu sebagai simbol doa dan empati.
Tak butuh waktu lama, unggahan itu mendapat lebih dari 40 ribu tanda suka dan dipenuhi komentar warganet asal Indonesia yang berterima kasih atas kepedulian klub Prancis tersebut. Sikap Marseille dianggap sebagai bentuk solidaritas internasional terhadap korban kekerasan di Indonesia.
Affan sendiri menjadi korban setelah ditabrak oleh Brimob dengan kendaraan taktis Barracuda saat terjadi bentrokan antara massa aksi dengan aparat. Video insiden tragis itu sempat viral di media sosial dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk media asing.
Nama Gamma dan Umar yang turut disebut Marseille juga bukan tanpa alasan. Gamma merupakan pelajar SMKN 4 Semarang yang meninggal akibat ditembak polisi pada November 2024. Sang pelaku sudah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Sementara Umar, sesama pengemudi ojek online, mengalami nasib serupa dengan Affan karena dilindaskendaraan taktis, namun beruntung masih bisa diselamatkan.
Kasus Affan menambah panjang daftar eskalasi protes di berbagai kota Indonesia. Gelombang aksi massa merebak hingga Solo, Yogyakarta, dan Makassar. Bahkan di Makassar, kericuhan berujung pada pembakaran kantor DPRD Kota Makassar oleh kelompok demonstran. Situasi ini berdampak langsung pada dunia sepak bola tanah air. Pertandingan BRI Liga 1 antara PSM Makassar melawan Persebaya Surabaya yang seharusnya digelar Minggu (31/8) terpaksa ditunda karena alasan keamanan.
Bukan hanya itu, laga besar antara Persib Bandung melawan Borneo FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api juga diusulkan untuk ditunda. Situasi politik dan sosial yang memanas dinilai berisiko tinggi bagi keamanan pertandingan.
Sikap Marseille yang memberi penghormatan bagi Affan dan korban lainnya menunjukkan bahwa tragedi kemanusiaan di Indonesia tak hanya menjadi perhatian domestik, melainkan juga dunia internasional, bahkan sampai ke jagat sepak bola Eropa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!