Alcaraz Taklukan Sinner, Juara Lagi di US Open 2025

Alcaraz Taklukan Sinner, Juara Lagi di US Open 2025
- (Dok. Reuters).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Carlos Alcaraz kembali menegaskan dominasinya di dunia tenis dengan merebut gelar US Open 2025, usai mengalahkan rival utamanya, Jannik Sinner, di final. Bermain di Arthur Ashe Stadium, Minggu (7/9) waktu New York, petenis Spanyol itu menang meyakinkan dalam empat set 6-2, 3-6, 6-1, 6-4.

Kemenangan ini menandai gelar kedua Alcaraz di Flushing Meadows, sekaligus Grand Slam keduanya pada tahun 2025 setelah sebelumnya berjaya di French Open. Uniknya, kedua gelar itu sama-sama diraih dengan menumbangkan Sinner di partai puncak. Rivalitas keduanya pun semakin jadi sorotan publik sebagai salah satu duel paling sengit di era baru tenis putra.

Final kali ini sempat tertunda 30 menit karena adanya kunjungan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang hadir di arena. Namun penundaan itu tak mengganggu fokus Alcaraz. Sejak awal pertandingan, ia tampil agresif, jauh berbeda dengan gaya bermain hati-hati saat semifinal menghadapi Novak Djokovic. Strategi itu membuat Sinner kesulitan mengembangkan permainan.

Meski Sinner berhasil merebut set kedua, momentum pertandingan lebih banyak berpihak pada Alcaraz. Set ketiga menjadi titik balik saat Alcaraz menekan lawannya dengan kombinasi pukulan forehand keras dan drop shot yang mematikan. Sinner tampak kesulitan mempertahankan servisnya, bahkan sempat terlihat kelelahan ketika harus mengejar bola-bola sulit dari Alcaraz.

Di set keempat, Sinner mencoba bangkit dengan beberapa winner cantik, termasuk backhand menyilang yang memaksa Alcaraz bertahan. Namun ketenangan Alcaraz di momen krusial menjadi penentu. Ia menutup pertandingan dengan ace yang tak mampu dikembalikan Sinner, sekaligus mengamankan gelar keduanya di New York.

Kegagalan ini membuat Sinner gagal mempertahankan gelar juara yang ia raih tahun lalu. Ia juga harus merelakan posisi nomor satu dunia kembali direbut Alcaraz. Meski begitu, perjalanan keduanya sepanjang musim menunjukkan dominasi mutlak. Empat Grand Slam tahun ini hanya dimenangkan oleh Alcaraz dan Sinner, memperlihatkan bahwa era baru tenis putra kini bertumpu pada dua nama tersebut.

Alcaraz, yang baru berusia 22 tahun, mengaku belajar banyak dari pertemuan sebelumnya melawan Sinner. "Saya tahu kalau ingin jadi juara, saya harus terus agresif. Tidak boleh memberi ruang sedikit pun. Pertandingan melawan Jannik selalu spesial, dia salah satu lawan terberat," ujar Alcaraz setelah laga.

Dengan performa konsisten dan mental baja, Alcaraz kian kokoh menempatkan dirinya sebagai bintang baru tenis dunia, sekaligus penerus generasi emas setelah era Federer, Nadal, dan Djokovic.

D
Daniel R
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE