Andy Murray Siapkan Kejutan: Coba Lolos ke The Open Usai Gantung Raket Tenis
JAKARTA, GENVOICE.ID - Andy Murray tampaknya tidak bisa jauh-jauh dari dunia kompetisi. Setelah menutup perjalanan panjangnya di tenis profesional, mantan petenis nomor satu Inggris itu kini bersiap menjajal tantangan baru: golf. Murray mengungkap rencananya untuk ikut babak kualifikasi regional "The Open", turnamen golf tertua dan paling prestisius di dunia.
Meski begitu, Murray realistis. Ia menegaskan tidak memiliki ambisi besar untuk benar-benar tampil di "The Open". "Saya ingin mencoba mengikuti kualifikasi regional suatu saat nanti, hanya untuk pengalaman. Beberapa teman saya sudah melakukannya, dan rasanya akan menyenangkan," katanya. Murray menambahkan bahwa ia sadar perbedaan level antara pegolf amatir sepertinya dengan para profesional sangatlah jauh.
Peralihan Murray ke golf bukan sekadar iseng. Dalam 12 bulan terakhir, handicap-nya turun drastis dari tujuh menjadi dua. Bahkan, di ajang pro-am di Wentworth menjelang BMW PGA Championship, Murray sukses mencatat eagle di hole terakhir. Pencapaian itu cukup untuk membuktikan bahwa semangat kompetitifnya masih menyala meski sudah tak lagi berkarier di tenis.
Sebagai mantan juara Wimbledon dua kali dan peraih tiga gelar Grand Slam, Murray memang terbiasa dengan tekanan panggung besar. Namun, ia menegaskan, target barunya di golf lebih ke arah hiburan pribadi, bukan pencarian gelar. "Saya tidak mau mempermalukan diri sendiri, tapi siapa tahu beberapa tahun lagi level permainan saya cukup layak untuk mencoba," ujarnya.
Selain bicara soal golf, Murray juga menyinggung masa depannya di tenis setelah sempat menjadi bagian dari tim pelatih Novak Djokovic. Kerja sama itu berakhir pada Mei lalu, dan untuk saat ini Murray mengaku tidak tertarik kembali ke kursi pelatih. "Kalau ingin melatih dengan serius, itu berarti harus sering berada di jalan, jauh dari keluarga. Untuk saat ini saya tidak mau," jelasnya.
Meski begitu, Murray tidak menutup pintu sepenuhnya. Ia mengakui ada sisi menyenangkan dari pengalaman melatih, dan di masa depan ia bisa saja kembali terlibat. "Saya tidak membencinya, hanya saja waktunya belum tepat. Sekarang saya ingin lebih dekat dengan keluarga," tambahnya.
Dengan semangat baru di golf dan kejelasan soal masa depannya di tenis, Murray menunjukkan bahwa hidup setelah karier profesional bisa tetap penuh tantangan. Publik Inggris kini bisa menantikan babak baru dari sang legenda-bukan lagi di lapangan tenis, melainkan di lapangan golf.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!