Jika dalam 12 Hari Tak Stop Perang di Ukraina, Trump Ancam Rusia Sanksi Tarif
LONDON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengancam Rusia dengan sanksi dan tarif sekunder jika tidak segera mengakhir perang di Ukraina dalam jangka 10 sampai 12 hari ke depan. Tenggat waktu ini jauh lebih cepat dari sebelumnya yakni 50 hari.
"Tidak ada alasan untuk menunggu. Saya mungkin akan mengumumkannya malam ini atau besok," kata Trump, Senin (28/7) , dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer di salah satu klub golf komersial milik presiden di Skotlandia.
"(Pengumuman) itu akan berupa sanksi dan mungkin tarif, tarif sekunder," kata Trump mengenai kemungkinan langkah yang akan diambil terhadap Rusia.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya akan melakukan hal tersebut dengan enggan karena "Saya mencintai rakyat Rusia, mereka orang-orang yang hebat," puji Trump.
Ia pun menyebut perang tersebut sebagai "perang yang benar-benar berdarah," Presiden AS itu menegaskan bahwa mencapai kesepakatan gencatan senjata adalah "hal yang masuk akal."
Ia juga menyampaikan bahwa dalam tiga kesempatan sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata tampak hampir tercapai, namun "tiba-tiba rudal kembali menghantam (ibu kota Ukraina) Kiev... Ada apa sebenarnya?"
Trump menambahkan dengan nada frustrasi, kalau kondisi seperti itu terlalu sering terjadi dan dia tidak menyukainya."
Pengiriman Senjata
Pada pertengan Juli, Trump secara mengejutkan mengubah haluan kebijakan luar negerinya terhadap konflik Ukraina-Rusia. Trump mengumumkan rencana pengiriman besar-besaran senjata ke Ukraina, sekaligus memberi ultimatum 50 hari kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyepakati perdamaian, atau menghadapi sanksi sekunder penuh dari Washington.
"Kami telah mencapai kesepakatan hari ini. Kami akan mengirim senjata, dan mereka akan membayarnya. Kami memproduksi, mereka membayar. Negara-negara itu kaya," ujar Trump kepada wartawan di Oval Office.
Trump dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval beberapa waktu lalu mengatakan "sangat tidak puas" dengan Rusia dan kecewa dengan Presiden Vladimir Putin.
"Saya pikir kita akan mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tetapi tampaknya tidak akan tercapai," kata Trump.
Berdasarkan itu, maka pihaknya akan menerapkan tarif sekunder. Jika kita tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari, caranya sangat mudah dan tarifnya akan 100 persen," kata Trump kala itu.
"Saya ingin perang ini berakhir. Itu bukan perang saya. Saya mencoba mengeluarkan Anda dari perang ini," katanya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!