Iran Ragukan Gencatan Senjata! Siap Balas Jika Israel dan AS Serang Lagi
JAKARTA, GENVOICE.ID - Meski gencatan senjata antara Iran dan Israel telah disepakati pada Selasa (24/6), ketegangan belum benar-benar mereda.
Dilansir dari Antara, Komandan tertinggi militer Iran, Abdolrahim Mousavi, secara terbuka meragukan komitmen Israel terhadap kesepakatan damai tersebut, dan memperingatkan bahwa Teheran siap memberikan respons keras jika terjadi agresi ulang.
"Kami memiliki keraguan serius terkait kepatuhan musuh terhadap gencatan senjata itu. Jika agresi dilakukan kembali, kami sepenuhnya siap untuk merespons dengan tegas," kata Mousavi dalam percakapan via telepon dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman.
Dalam pembicaraan tersebut, Mousavi menuduh Israel dan Amerika Serikat tetap melancarkan serangan terhadap Iran, meskipun Teheran mengklaim telah menahan diri, termasuk selama proses perundingan nuklir tidak langsung dengan Washington.
Sementara itu, pihak Arab Saudi mengecam segala bentuk agresi terhadap Iran dan menegaskan bahwa Riyadh telah berupaya aktif untuk mendorong perdamaian regional. Kedua negara juga sepakat mempererat komunikasi bilateral untuk menjaga stabilitas Timur Tengah.
Di sisi lain, Majid Takht-Ravanchi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan politik, membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan adanya rencana pertemuan antara pejabat kedua negara terkait perundingan nuklir.
"Tidak ada pertemuan yang dijadwalkan antara pejabat Iran dan AS," tegas Takht-Ravanchi, mengklarifikasi pernyataan Trump yang disampaikan usai penutupan KTT NATO pekan lalu.
Konflik bersenjata meletus pada 13 Juni, ketika Israel melancarkan serangan udara ke Iran, menargetkan fasilitas militer dan nuklir. Iran menyebut serangan itu menewaskan sejumlah komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil.
Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke wilayah Israel. Ketegangan meningkat setelah AS ikut terlibat dengan membombardir tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada 22 Juni. Iran kemudian menanggapi dengan menyerang Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada 23 Juni.
Akhirnya, setelah 12 hari pertempuran intens, Iran dan Israel menyepakati gencatan senjata pada 24 Juni 2025.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!