Gak Habis Pikir! Dosen di Makassar Tega Ludahi Kasir Karena Merasa Dihina, Kini Malah Minta Damai
Harga Diri Terluka Hanya Karena Teguran Antrean
JAKARTA, GENVOICE.ID - Seorang oknum dosen dari universitas ternama di Makassar sedang jadi bulan-bulanan netizen.
Bukan karena prestasinya, tapi karena aksi arogannya yang tega meludahi seorang kasir swalayan perempuan hanya karena masalah sepele.
Aksi yang terekam jelas di CCTV ini bikin publik geram. Kok bisa ya, seorang pengajar justru memberikan contoh yang jauh dari kata terpelajar? Yuk, simak kronologinya di bawah ini!
Berawal dari Teguran Antrean
Peristiwa ini melibatkan AS, seorang dosen Fakultas Pertanian di Makassar. Kejadian bermula saat AS hendak membayar belanjaannya di sebuah swalayan. Kabarnya, AS ditegur oleh sang kasir berinisial N karena dianggap menyerobot antrean.
Bukannya minta maaf atau kembali ke barisan, AS justru emosi besar. Dia merasa harga dirinya sebagai "orang tua" diinjak-injak oleh teguran sang kasir. Saking emosinya, AS nekat meludahi wajah kasir wanita tersebut di depan umum.
Bantah Serobot, Tapi Ngaku Merasa Dihina
Setelah videonya viral dan dihujat habis-habisan, AS akhirnya buka suara. Dia membantah kalau dirinya menyerobot antrean. Menurut versinya, dia hanya pindah ke meja kasir yang lagi kosong supaya lebih cepat.
AS berdalih kalau tindakannya meludah itu refleks karena dia merasa "dilecehkan" dan tidak dihargai sebagai orang tua.
Dia membawa-bawa budaya lokal soal harga diri (Siri'), padahal netizen justru menilai tindakannya itulah yang sebenarnya merusak harga diri sendiri.
Nama Baik Hancur dalam Satu Detik
Sekarang, AS hanya bisa menyesal. Dirinya curhat kalau kariernya yang sudah dibangun selama 33 tahun sebagai pengajar terancam hancur gara-gara aksi satu detiknya itu. Dia sangat berharap korban mau menempuh jalan damai secara kekeluargaan.
Tapi sayangnya, nasi sudah jadi bubur, Gen. Korban yang tidak terima diperlakukan merendahkan seperti itu sudah resmi melaporkan sang dosen ke polisi atas dugaan penghinaan dan perbuatan tidak menyenangkan.
Kejadian ini jadi tamparan keras untuk kita semua ya, Gen. Ternyata gelar akademik yang tinggi dan karier puluhan tahun tidak menjamin seseorang punya kontrol diri yang baik.
Menghargai orang lain, apa pun profesinya, adalah dasar dari etika. Semoga kita bisa belajar untuk lebih sabar dan tidak merasa 'paling' di atas orang lain, apalagi di tempat umum. Adab sebelum ilmu, setuju?
Kalau kalian jadi kasirnya, kira-kira bakal maafin dan cabut laporan, atau tetap lanjut proses hukum biar ada efek jera? Kasih tahu pendapat kalian di bawah, Gen!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!