Bisnis di Balik Final Piala Dunia 2026, Adidas Untung Besar, FIFA Raup Hampir Rp50 Triliun
JAKARTA, GENVOICE.ID - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina tak hanya menjadi panggung perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Di balik pertandingan tersebut, tersimpan persaingan bisnis bernilai puluhan triliun rupiah yang melibatkan sejumlah merek global, dengan Adidas dan Nike menjadi dua pemain utama.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu juga menjadi ajang pembuktian bagi FIFA sebagai penyelenggara. Dengan format baru yang melibatkan 48 peserta dan total 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 berhasil mencatatkan pendapatan komersial tertinggi sepanjang sejarah.
Adidas Panen Keuntungan di Laga Final
Adidas menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan menjelang partai puncak. Pasalnya, dua finalis, yakni Argentina dan Spanyol, sama-sama mengenakan perlengkapan dari perusahaan asal Jerman tersebut.
Artinya, trofi Piala Dunia 2026 dipastikan akan diangkat oleh tim yang menggunakan seragam Adidas. Selain itu, perusahaan tersebut juga memiliki dua aset pemasaran terbesar di final, yakni Lionel Messi yang telah lama menjadi ikon Adidas serta Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang baru menandatangani kontrak jangka panjang dengan merek tersebut.
Sebagai sponsor resmi FIFA, kehadiran dua tim berseragam Adidas di final memberikan eksposur yang sangat besar. Pertandingan yang disaksikan miliaran penonton di seluruh dunia diyakini akan berdampak pada peningkatan nilai merek, penjualan jersey, hingga berbagai produk resmi lainnya.
Nike Gagal Tembus Partai Puncak
Berbeda dengan Adidas, Nike harus puas melihat tim-tim andalannya gagal melaju ke final. Dua negara yang disponsori perusahaan asal Amerika Serikat itu, Prancis dan Inggris, sama-sama tersingkir di semifinal dan hanya bertanding pada perebutan tempat ketiga.
Padahal sejak awal turnamen, Nike mengandalkan kekuatan tim bertabur bintang seperti Prancis yang diperkuat Kylian Mbappe dan Inggris yang dipimpin Harry Kane.
Meski laga perebutan posisi ketiga tetap memiliki nilai komersial, perhatian publik dan potensi bisnisnya tentu tidak sebesar pertandingan final. Kondisi tersebut membuat Nike kehilangan kesempatan tampil di panggung terbesar turnamen yang berlangsung di negara asalnya.
FIFA Catat Pendapatan Sponsorship Tertinggi
Di atas persaingan Adidas dan Nike, FIFA menjadi pihak yang menikmati keuntungan paling besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Pendapatan sponsorship turnamen kali ini mencapai sekitar Rp49,9 triliun atau setara 2,8 miliar dolar AS. Nilai tersebut meningkat signifikan dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar yang menghasilkan sekitar Rp32,1 triliun dari sponsor.
FIFA membagi sponsor ke dalam beberapa tingkatan dengan nilai investasi yang bervariasi. Untuk menjadi sponsor resmi global, perusahaan harus menggelontorkan dana mulai dari sekitar Rp178 miliar hingga lebih dari Rp3,5 triliun, tergantung kategori kerja sama yang dipilih.
Skema tersebut membuat sejumlah perusahaan besar seperti Adidas, Coca-Cola, dan Hyundai-Kia memperoleh hak eksklusif untuk memanfaatkan merek Piala Dunia dalam berbagai aktivitas pemasaran.
Levi's Jadi Contoh Strategi Ambush Marketing
Di luar daftar sponsor resmi, sejumlah perusahaan juga memanfaatkan momentum Piala Dunia melalui strategi pemasaran kreatif.
Salah satu yang paling banyak dibicarakan adalah Levi's. Meski bukan sponsor resmi FIFA, merek fesyen asal Amerika Serikat itu berhasil mencuri perhatian publik saat logo di stadion Levi's di Santa Clara ditutupi sesuai aturan FIFA yang melarang promosi merek non-sponsor.
Alih-alih menganggapnya sebagai kerugian, Levi's justru memanfaatkan momen tersebut melalui kampanye media sosial bertajuk "The logo disappeared, the brand didn't." Perusahaan bahkan mengubah logo profil media sosialnya menjadi putih polos dan menerapkan konsep serupa di sejumlah toko fisiknya.
Strategi tersebut menjadi contoh bagaimana sebuah merek tetap bisa memperoleh perhatian publik tanpa harus menjadi sponsor resmi turnamen, memanfaatkan besarnya gaung Piala Dunia melalui kreativitas pemasaran.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!