Legenda Timnas Spanyol Gagal Hadiri Final Piala Dunia 2026, Diduga Imbas Pernah Berkunjung ke Iran
JAKARTA, GENVOICE.ID - Legenda Timnas Spanyol, Joan Capdevila, dipastikan tidak bisa menyaksikan langsung final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Amerika Serikat. Mantan bek kiri La Furia Roja itu mengaku ditolak masuk ke AS setelah permohonan izin perjalanan elektronik atau Electronic System for Travel Authorization (ESTA) miliknya tidak disetujui.
Capdevila berencana terbang ke New York untuk menghadiri reuni skuad juara Piala Dunia 2010 sekaligus memberikan dukungan langsung kepada Timnas Spanyol yang akan menghadapi Argentina pada final yang berlangsung Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Namun, rencana tersebut batal terlaksana setelah permohonan ESTA yang diajukannya ditolak oleh otoritas Amerika Serikat. Sistem ESTA sendiri merupakan mekanisme yang menentukan kelayakan warga negara tertentu untuk memasuki AS tanpa visa dengan masa tinggal hingga 90 hari.
Kekecewaan Capdevila kemudian ia ungkapkan melalui akun X. Dalam unggahannya, mantan pemain Villarreal itu bahkan meminta bantuan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.
Capdevila mengaku sangat sedih karena tidak dapat menghadiri laga bersejarah tersebut bersama kedua anaknya. Ia juga berharap ada pihak yang dapat membantu menyelesaikan persoalan izin masuk yang dialaminya agar tetap bisa bergabung dengan rekan-rekannya dari skuad juara dunia 2010.
Dalam wawancara dengan Radio COPE, pria berusia 48 tahun itu menduga penolakan tersebut berkaitan dengan kunjungannya ke Iran pada 2016. Saat itu, ia ikut dalam tim legenda LaLiga yang menjalani pertandingan ekshibisi melawan tim All-Stars Iran di Teheran.
Jika dugaan tersebut benar, maka kunjungan ke Iran menjadi faktor yang memengaruhi proses persetujuan izin masuknya ke Amerika Serikat.
Kasus yang dialami Capdevila bukan yang pertama selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Sebelumnya, wasit asal Somalia Omar Artan juga gagal bertugas setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat meski telah tiba di Miami. Selain itu, sejumlah ofisial dari Iran dilaporkan tidak memperoleh izin memasuki wilayah AS selama turnamen berlangsung.
Capdevila merupakan salah satu pilar penting saat Spanyol menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Ia tampil sebagai starter dalam partai final melawan Belanda dan membantu La Furia Roja meraih gelar Piala Dunia pertama sepanjang sejarah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!