Resmi Jadi Anggota ASEAN, Timor Leste Punya Paspor Lebih Kuat daripada Indonesia

Resmi Jadi Anggota ASEAN, Timor Leste Punya Paspor Lebih Kuat daripada Indonesia
Ilustrasi. - (Dok. Istock).

JAKARTA, Genvoice.id - Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN. Pengumuman itu disampaikan pada KTT ASEAN di Kuala Lumpur akhir Oktober 2025, setelah proses panjang selama lebih dari satu dekade. Menariknya, di saat euforia keanggotaan baru ini, muncul fakta mengejutkan bahwa paspor Timor Leste ternyata lebih kuat daripada paspor Indonesia.

Keanggotaan penuh Timor Leste di ASEAN menandai tonggak sejarah baru bagi negara berpenduduk sekitar 1,3 juta jiwa tersebut. Presiden José Ramos-Horta menyebut keputusan itu sebagai kemenangan diplomasi dan langkah penting untuk memperkuat kerja sama regional.

"Ini bukan hanya kemenangan simbolis, tetapi juga langkah konkret untuk memperluas kerja sama ekonomi, perdagangan, dan sosial di kawasan Asia Tenggara," ujar Ramos-Horta, seperti yang dikutip dari Reuters.

Dalam laporan terbaru Henley Passport Index 2025, paspor Timor Leste menempati peringkat ke-53 dunia dengan akses bebas visa ke 96 negara. Sementara itu, paspor Indonesia berada di peringkat ke-67 dunia dengan akses bebas visa ke 74 negara.

Data ini juga dikonfirmasi oleh laporan Kompas.com (21/5/2025) yang menyebut bahwa paspor Timor Leste kini termasuk salah satu yang paling kuat di Asia Tenggara, menyalip Indonesia, Kamboja, dan Laos.

Beberapa faktor membuat paspor Timor Leste lebih kuat daripada Indonesia, meski secara ekonomi negara itu jauh lebih kecil.

Pertama, Timor Leste aktif menjalin kerja sama bilateral dengan sejumlah negara di Eropa dan Amerika Latin, termasuk Portugal dan Brasil, yang memiliki hubungan historis kuat.

Kedua, tingkat mobilitas warganya yang relatif rendah membuat negara lain lebih mudah memberikan akses bebas visa tanpa khawatir lonjakan imigrasi.

Ketiga, posisi Timor Leste sebagai anggota baru ASEAN dipandang sebagai momentum diplomatik untuk memperkuat hubungan internasionalnya.

Sementara itu, paspor Indonesia menghadapi tantangan dalam memperluas akses bebas visa. Sebagai negara besar dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia harus menjaga keseimbangan antara keamanan, imigrasi, dan diplomasi.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE