Innalillahi! Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Saat Demo Dikabarkan Meninggal Dunia

Aksi Nahas di Pejompongan: Kronologi Lengkap Korban Terlindas Mobil Rantis Hingga Meninggal

Innalillahi! Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Saat Demo Dikabarkan Meninggal Dunia
Jenazah Affan Kuniawan (21), korban ojol yang terlindas mobil rantis. - (Dok. Facebook Gojek Indonesia).

JAKARTA, GENVOICE.ID- Gen, kabar update mengenai aksi demo Kamis, 28 Agustus 2025, kemarin, yang mana menunjukkan sebuah video viral yang telah beredar luas, merekam detik-detik mengerikan seorang peserta aksi terlindas mobil rantis atau kendaraan taktis di Pejompongan, tepatnya dekat Gedung DPR.

Sayangnya, korban yang di ketahui bernama Affan Kuniawan (21) yang merupakan driver Gojek ini dinyatakan meninggal dunia dan kini jenazahnya berada di ruang jenazah RSCM.

Kabar duka ini tentu saja membuat komunitas ojol naik pitam, diketahui kini driver ojol tengah menyerbu Mako Brimob Kwitang.

Kondisi Korban dan Momen Penyelamatan Dramatis

Korban setelah dilindas mobil rantis. (Facebook)

Jika kita kilas balik bagaimana kejadian nahas ini bisa terjadi, saat demo sedang panas-panasnya, sebuah mobil rantis berusaha menerobos kerumunan massa yang padat di jalan.

Akibatnya, para pendemo panik dan berhamburan lari. Nahas, seorang pria berprofesi sebagai ojol dengan jaket Gojek ini tertabrak dan terlindas kendaraan besar itu.

Setelah terlindas, kondisi korban terlihat sangat memprihatinkan. Dalam video yang beredar, wajahnya pucat dengan darah mengalir dari mulut dan hidung.

Tubuhnya pun terkulai lemas. Suara perekam video, yang diketahui dari akun Facebook @Nur Jaman, terdengar panik, "Woi itu woi, mati itu mati, Gojek (ojol), woi Gojek ditabrak itu mati!"

Dengan sigap, para pendemo yang ada di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama. Mereka membawa korban ke rumah sakit menggunakan sepeda motor agar segera mendapat penanganan medis.

Pemicu Kericuhan dan Sorotan Netizen

Insiden ini terjadi setelah demonstrasi di Gedung DPR yang berlangsung ricuh sejak siang hingga malam hari. Kericuhan pecah di beberapa titik, termasuk di Pejompongan, di mana suara letusan diduga gas air mata dan petasan terdengar.

Di dunia maya, netizen pun ramai-ramai mengecam tindakan brutal ini. Mereka menuntut aparat untuk lebih berhati-hati dan tidak main kekerasan. Apalagi, ada juga laporan lain yang menyebutkan beberapa pendemo yang tertangkap dikeroyok habis-habisan.

Kejadian tak menyenangkan ini menjadi sorotan tajam dan menuai kecaman dari publik. Kita semua berharap, baik aparat maupun peserta aksi, bisa lebih menahan diri ke depannya. Semoga demo bisa berjalan damai tanpa lagi ada kekerasan yang menimbulkan korban jiwa atau luka ya Gen.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE