Dalang Demo DPR RI Terungkap? Hendropriyono Ungkap Aktor Non-State di Balik Aksi
Hendropriyono, mantan Kepala BIN, membongkar sosok di balik demo DPR. Ia menyebut ada dalang dari luar negeri yang menggerakkan aksi massa di Jakarta.
JAKARTA, GENVOICE.ID - Demo di depan Gedung DPR RI belakangan semakin panas. Dibalik riuhnya aksi tersebut, tiba-tiba muncul mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono yang membuat pengakuan mengejutkan. Ia mengatakan, bahwa dirinya tahu siapa dalang di balik demo yang bikin macet Jakarta dan ricuh itu.
Pengakuan ini disampaikan langsung oleh Hendropriyono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Pria yang juga dijuluki "Begawan Intelijen" ini menegaskan, ada pihak-pihak yang "bermain" dan sengaja menunggangi aksi tersebut. Meskipun begitu, ia masih merahasiakan identitas dalang misterius ini.
"Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. Saya tidak lebih pintar. Tapi saya mengalami semua. Dan ini ada yang main gitu. Pada waktunya saya bisa sampaikan namanya yang main. Itu dari sana," kata Hendropriyono.
Dalang Demo: Dari Luar Negeri, Pengaruhnya Ngeri!
Hendropriyono menyebut bahwa dalang utama demo ini berasal dari luar negeri. Ia diduga menggerakkan "kaki tangan" atau orang-orang yang ada di dalam negeri. Parahnya lagi, ia sangat yakin kalau para pembantu ini bahkan tidak sadar kalau mereka sedang dimanfaatkan.
"Dari luar. Dari luar. Orang yang dari luar hanya menggerakkan kaki tangannya yang ada di dalam. Dan saya sangat yakin bahwa kaki tangannya di dalam ini tidak ngerti bahwa dia dipakai. Tapi pada waktunya nanti harus dibuka," jelasnya.
Menurut Hendropriyono, tokoh ini bukanlah seorang negarawan, melainkan non-state actor. Meskipun bukan bagian dari pemerintahan, pengaruhnya sangat besar terhadap kebijakan sebuah negara. Bahkan, sebagai intel, ia sempat membaca bahwa kebijakan negara itu selalu sejalan dengan usulan dari sang aktor.
Tujuan Dalang: Balik Menjajah dengan Cara Berbeda
Hendropriyono kemudian membocorkan apa tujuan dari aktor-aktor ini. Menurutnya, dari dulu mereka memang punya tujuan yang sama: kembali menjajah. Tapi, caranya aja yang berbeda. Kalau dulu pakai peluru dan bom, sekarang caranya lebih halus, pakai demo.
"Tujuannya kan sama saja. Dari dulu juga maunya menjajah. Tapi kan caranya lain. Dulu kan pakai peluru, pakai bom. Kalau kita masih diam saja ya habis kita," tegas Hendropriyono.
Sebagai informasi, demo yang ia maksud adalah aksi 25 Agustus 2025 yang menuntut beragam isu, mulai dari RUU Perampasan Aset hingga kenaikan tunjangan DPR. Demo ini bahkan berlanjut lagi pada 28 Agustus 2025.
Kini, pengakuan dari Hendropriyono semakin menambah misteri di balik gelombang demonstrasi yang mengguncang Jakarta.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!