Gitaris Band Radicta Tewas Dikeroyok Gegara Salah Paham, Netizen Ikut Berduka

Diduga Tersinggung Usai Dituduh Curi HP, Enam Pria Keroyok Gitaris Radicta Hingga Tewas di Sungai Martapura

Gitaris Band Radicta Tewas Dikeroyok Gegara Salah Paham, Netizen Ikut Berduka
Potret Muhammad Redho, gitaris band indie Radicta asal Banjarbaru yang tewas dikeroyok akibat kesalahpahaman. - (Dok. Instagram radicta.official).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka datang dari dunia musik lokal Kalimantan Selatan. Muhammad Redho, gitaris band indie Radicta asal Banjarbaru, ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Martapura, Kabupaten Banjar.

Tragisnya, ia diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh enam pria yang tersinggung akibat kesalahpahaman. Cerita bermula dari cekcok kecil yang terjadi antara Redho dan enam pria tersebut.

Redho dikabarkan sempat menuduh mereka mencuri ponsel dan kunci motornya. Sayangnya, tudingan itu malah menyulut emosi. Apalagi, para pelaku diketahui sedang berada di bawah pengaruh alkohol.

Akhirnya, perkelahian tak terhindarkan. Redho dihajar habis-habisan, lalu jatuh ke sungai dan tenggelam. Kabar ini langsung bikin heboh warga Banjarbaru dan komunitas musik lokal. Sosok Redho sendiri dikenal sebagai musisi aktif yang selalu tampil penuh semangat bareng band-nya, Radicta.

Lewat akun Instagram resmi band @radicta_official, Redho terlihat sering manggung di berbagai event, termasuk pensi-pensi sekolah. Di akun pribadinya, @edho_ell, Redho sering membagikan momen saat latihan, tampil di panggung, atau sekadar nge-jam santai.

Meski dikenal sebagai gitaris, ternyata Redho juga jago main drum dan sering upload video cover lagu hits sambil menabuh drum dengan penuh semangat. Energi positif Redho di dunia musik dan sosial media bikin banyak netizen terhubung secara emosional dengannya.

Nggak heran kalau kabar kematiannya langsung menuai simpati dan gelombang dukungan dari warganet. Banyak yang mengucapkan bela sungkawa dan berharap para pelaku segera diadili seadil-adilnya.

Kabar meninggalnya Muhammad Redho, gitaris band Radicta, jadi pengingat pahit bahwa kekerasan karena salah paham bisa berujung tragis. Masyarakat berharap para pelaku segera diproses hukum secara adil.

Dunia musik lokal pun kehilangan sosok berbakat yang kerap meramaikan panggung pensi dan acara komunitas. Tapi semangat bermusiknya pasti terus hidup lewat karya dan kenangan yang ditinggalkannya. Rest in peace, Redho. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan keadilan segera ditegakkan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE