Terkuak Penyebab Ratusan Siswa Blora Keracunan MBG: Tempe Diletakkan Sembarangan di Depan Toilet!
Inspeksi SPPG Sukorejo 2 Ungkap Pelanggaran Prosedur Keamanan Pangan Usai 216 Siswa Alami Gejala Keracunan
JAKARTA, GENVOICE.ID -Dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu keprihatinan publik usai ratusan siswa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami gangguan kesehatan.
Inspeksi mendadak yang dilakukan Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora di dapur penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 menemukan fakta mengejutkan, di mana sejumlah bahan makanan siap olah seperti tempe diletakkan sembarangan di lantai depan toilet.
Buntut dari pelanggaran fatal terhadap prosedur higiene dan keamanan pangan ini, Dinkesda Blora merekomendasikan penutupan permanen fasilitas dapur tersebut kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
Temuan Bahan Makanan di Depan Toilet dan Pelanggaran Higiene
Inspeksi yang dipimpin oleh Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengungkap buruknya sanitasi dan tata kelola bahan makanan di SPPG Sukorejo 2. Petugas menemukan bahan olahan makanan, termasuk tempe, ditaruh langsung di lantai persis di depan pintu toilet tanpa memenuhi standar higienis.
Dinkesda menegaskan bahwa pengelolaan makanan program MBG seharusnya menerapkan standar ketat sejak tahap pemilihan, penyimpanan bahan basah dan kering, hingga proses pengolahan demi menjamin keselamatan konsumsi para siswa.
Kronologi Keracunan dan Lonjakan Jumlah Korban
Kasus dugaan keracunan ini berdampak luas pada ratusan pelajar di wilayah Tunjungan, Blora. Peristiwa bermula saat puluhan siswa SMAN 1 Tunjungan mengalami keluhan pencernaan seperti mual, muntah, pusing, lemas, hingga diare usai menyantap jatah makanan MBG.
Jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan melonjak drastis, dari laporan awal 136 anak menjadi 216 siswa. Tim Dinkesda telah mengamankan sejumlah sampel makanan dari SPPG Sukorejo 2 untuk diperiksa secara intensif di Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah guna memastikan sumber pasti kontaminasi.
3. Rekomendasi Penutupan Permanen Dapur Penyedia MBG
Menanggapi temuan yang membahayakan kesehatan peserta didik, langkah tegas diambil oleh Satgas MBG tingkat kabupaten. Dinkesda Blora telah melayangkan laporan hasil pemeriksaan awal beserta rekomendasi resmi agar SPPG Sukorejo 2 dihentikan operasionalnya secara permanen.
Keputusan administratif mengenai penghentian izin maupun eksekusi penutupan penuh saat ini berada di bawah wewenang Badan Gizi Nasional (BGN).
Insiden memprihatinkan di Blora ini menjadi sinyal kuat pentingnya pengawasan ketat dan pemenuhan standar sanitasi dalam pengolahan program Makan Bergizi Gratis.
Langkah tegas penutupan dapur yang melanggar standar diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus menjamin agar penyaluran bantuan gizi bagi para siswa di seluruh daerah berjalan aman dan higienis tanpa mempertaruhkan kesehatan anak didik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!