Anwar Ibrahim Didesak Mundur Gara-Gara Biaya Hidup Naik, Warga Malaysia Turun ke Jalan!
Ribuan Rakyat Malaysia Demo di Kuala Lumpur, Tuntut Anwar Ibrahim Segera Lengser dari Jabatan Perdana Menteri
JAKARTA, GENVOICE.ID - Malaysia lagi-lagi diguncang aksi protes besar! Ribuan warga dari berbagai penjuru negeri turun ke jalanan Kuala Lumpur pada Sabtu, 26 Juli 2025, untuk menyuarakan keresahan mereka soal makin mahalnya biaya hidup.
Pemerintahan Perdana Menteri Anwar Ibrahim jadi sasaran utama karena dianggap gagal menepati janji-janjinya selama kampanye. Sudah tiga tahun Anwar menjabat, tapi warga merasa kehidupan semakin berat.
Harga-harga kebutuhan pokok terus melambung, dan reformasi yang dijanjikan juga belum terlihat nyata. Banyak yang kecewa karena perubahan yang dijanjikan belum benar-benar terasa.
Menurut laporan Al Jazeera, demo kali ini termasuk yang paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Massa yang hadir beneran banyak, dan mereka terang-terangan minta Anwar turun dari kursi PM!
Sebelum demo digelar, Anwar sempat coba meredam keresahan dengan mengumumkan beberapa kebijakan populis. Mulai dari bantuan tunai sebesar 100 ringgit (sekitar Rp370 ribu) untuk semua warga Malaysia usia 18 tahun ke atas, sampai janji menurunkan harga bensin RON95 jadi 1,99 ringgit per liter.
Sayangnya, banyak yang menganggap langkah ini cuma strategi untuk meredam protes. Apalagi pengumuman itu keluar hanya beberapa hari sebelum aksi besar-besaran berlangsung.
Laporan dari Reuters mengatakan, pemerintah juga sempat menaikkan upah minimum, tarif listrik untuk industri besar, dan memperluas pajak penjualan. Tapi langkah-langkah itu justru bikin masyarakat kelas menengah makin tertekan, karena harga kebutuhan harian ikut naik.
Polisi memperkirakan demo akhir pekan itu diikuti 10.000 sampai 15.000 orang. Banyak yang berharap suara rakyat kali ini bisa membuat pemerintah buka mata dan benar-benar bertindak serius.
Aksi ribuan warga Malaysia yang menuntut Anwar Ibrahim mundur menjadi bukti kuat bahwa persoalan ekonomi dan kenaikan biaya hidup tidak bisa diabaikan. Masyarakat berharap pemerintah segera menepati janji-janji reformasi yang selama ini hanya jadi wacana.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tak mungkin gelombang protes akan makin besar dan menekan posisi Anwar sebagai Perdana Menteri Malaysia. Banyak yang mengatakan, sudah saatnya pemerintah fokus ke solusi nyata untuk biaya hidup yang semakin mencekik, bukan cuma janji-janji manis aja.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!