Catat! Takbiran Idul Adha Ternyata Lebih Lama dari Idul Fitri, Ini Penjelasan Lengkapnya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Takbiran sering dianggap sama antara Idul Fitri dan Idul Adha, padahal, kalau kita lihat dari waktunya, ada perbedaan yang cukup jauh.
Bahkan durasi takbir Idul Adha bisa beberapa hari, tidak hanya semalam seperti yang banyak orang kira. Berikut penjelasan lengkapnya dengan gaya yang lebih santai dan mudah dipahami.
1. Takbiran Idul Adha berlangsung lebih lama, bukan cuma semalam
Kalau Idul Fitri identik dengan takbiran di malam sebelum salat Id, Idul Adha punya pola yang berbeda. Takbir tidak berhenti di malam hari saja, tapi berlanjut sampai beberapa hari setelahnya.
Dalam praktiknya, takbir Idul Adha dianjurkan selama lima hari. Dimulai sejak Subuh tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah), lalu terus berlanjut sampai waktu Asar tanggal 13 Dzulhijjah, yang merupakan akhir hari tasyrik.
Karena durasinya panjang, suasana takbiran Idul Adha biasanya terasa lebih panjang juga, tidak hanya ramai di malam hari, tapi masih terasa hingga hari-hari berikutnya.
2. Ada dua jenis takbir yang dipakai di Idul Adha
Di Idul Adha, takbir tidak hanya satu jenis. Ada dua yang biasa diamalkan:
- Takbir mursal, yaitu takbir yang bisa dibaca kapan saja, tidak harus setelah salat
- Takbir muqayyad, yaitu takbir yang dibaca setelah salat wajib
Kedua jenis ini berjalan bersamaan selama periode Idul Adha. Itu sebabnya, setelah setiap salat fardu, umat Islam dianjurkan tetap membaca takbir sampai hari tasyrik berakhir.
Hal ini membuat intensitas takbir di Idul Adha terasa lebih sering dan lebih teratur dibanding Idul Fitri.
3. Idul Fitri hanya mengenal satu jenis takbir
Berbeda dengan Idul Adha, takbiran Idul Fitri hanya menggunakan takbir mursal. Artinya, tidak ada aturan khusus harus dibaca setelah salat.
Biasanya, takbir dikumandangkan mulai dari waktu magrib di malam 1 Syawal, lalu berhenti ketika salat Id akan dimulai.
Karena itu, durasinya jauh lebih singkat. Fokusnya hanya di malam takbiran hingga pagi hari.
4. Perbedaan waktu mulai jadi pembeda paling terasa
Kalau diperhatikan, titik awal takbir juga berbeda, Idul Fitri dimulai saat magrib menjelang 1 Syawal, sedangkan Idul Adha sudah dimulai sejak Subuh 9 Dzulhijjah
Artinya, Idul Adha punya waktu lebih panjang sejak awal. Bahkan sebelum hari raya tiba, takbir sudah mulai dikumandangkan lebih dulu.
Hal ini berkaitan dengan momentum ibadah di bulan Dzulhijjah, terutama hari Arafah yang dianggap sangat istimewa.
5. Takbir Idul Adha berlanjut sampai hari tasyrik
Yang membuat Idul Adha unik adalah keberlanjutan takbirnya sampai hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.
Selama hari-hari ini, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak takbir, terutama setelah salat wajib.
Jadi suasana hari raya tidak langsung selesai di hari pertama, tapi masih terasa beberapa hari setelahnya.
6. Kenapa durasinya lebih panjang
Durasi yang lebih panjang bukan tanpa alasan. Idul Adha berkaitan dengan rangkaian ibadah besar seperti wukuf di Arafah, penyembelihan kurban, dan hari tasyrik.
Karena itu, takbir menjadi bagian dari pengingat untuk terus mengagungkan Allah selama momen-momen tersebut.
Ini juga yang membuat nuansa Idul Adha terasa lebih bertahap, tidak langsung selesai dalam satu hari.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!