Ramadhan Sananta Disebut Mirip Olivier Giroud Oleh John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia Minta Suporter Berhenti Hujat Striker Garuda Yang Punya Peran Penting Di Lapangan

Ramadhan Sananta Disebut Mirip Olivier Giroud Oleh John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia Minta Suporter Berhenti Hujat Striker Garuda Yang Punya Peran Penting Di Lapangan
- (Dok. Antara).

Kabar panas kembali datang dari ruang ganti Timnas Indonesia setelah kemenangan telak empat gol tanpa balas melawan Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat lalu. Di tengah euforia kemenangan tersebut, ternyata ada satu nama yang menjadi sasaran empuk kritik netizen di media sosial, yaitu sang ujung tombak Ramadhan Sananta.

Penyerang berusia 23 tahun ini dihujani komentar negatif karena dianggap mandul alias tidak mampu menyumbangkan gol meskipun sudah diberikan kesempatan bermain selama 72 menit di atas lapangan. Tekanan dari para pendukung layar kaca ini rupanya sampai ke telinga pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.

Bukannya ikut menyalahkan, arsitek asal Inggris tersebut justru melakukan tindakan yang bener-bener berani dengan pasang badan membela pemain kesayangannya itu. Herdman merasa bahwa standar penilaian masyarakat terhadap seorang striker sering kali terlalu sempit karena hanya melihat dari angka di papan skor saja, padahal kontribusi seorang pemain di sepak bola modern jauh lebih kompleks dari sekadar mencetak gol nih Gen.

Dalam sesi bincang-bincang dengan awak media di Stadion Madya Gelora Bung Karno pada hari Minggu, John Herdman memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan. Ia membandingkan peran Ramadhan Sananta dengan sosok striker legendaris Prancis, Olivier Giroud, saat membawa timnya menjuarai Piala Dunia 2018 tanpa mencetak satu gol pun sepanjang turnamen. Menurut Herdman, Sananta adalah tipe pemain yang bermain demi kepentingan tim secara keseluruhan, bukan untuk mengejar ego pribadi.

"Beberapa komentar di media sosial tidak pantas. Kita harus punya standar yang lebih baik sebagai bangsa. Perannya adalah membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing. Jika Anda lihat Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia (2018), tapi tidak dikritik karena kontribusinya untuk tim," kata Herdman dengan nada tegas.

Pelatih yang baru menjabat selama dua bulan ini menjelaskan bahwa tugas utama Sananta dalam skema taktiknya adalah menjadi tembok pengalih perhatian. Pergerakan tanpa bola yang dilakukan striker kelahiran Daik, Sumatera Utara tersebut justru menjadi kunci sukses bagi pemain lain seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Beckham Putra untuk mendapatkan ruang tembak yang ideal.

Tanpa adanya pressing dan pembukaan ruang dari Sananta di lini depan, rekan-rekan setimnya mungkin akan kesulitan untuk menembus pertahanan lawan yang sangat rapat. Herdman memuji dedikasi Sananta yang tetap bekerja keras melakukan tekanan di lini pertama meskipun secara statistik namanya tidak muncul sebagai pencetak gol.

"Sananta adalah pemain seperti itu. Dia bermain untuk tim. Pergerakannya membuka ruang bagi Ole Romeny, Ragnar, Beckham, dan lainnya. Jadi saya harap suporter bisa lebih tenang dan menghargai kerja kerasnya. Dia sangat bangga menjadi orang Indonesia, dan sulit melihat kritik berlebihan terhadap pemain seperti dia. Kita harus menjadi lebih baik sebagai bangsa," tambah pelatih mantan pelatih timnas Kanada tersebut.

Perlu kamu tahu Gen, performa Sananta di level klub sebenarnya tidak buruk sama sekali. Musim ini, ia sudah mengemas empat gol dan dua assist bersama klub barunya di Liga Malaysia, DPMM FC. Sementara di skuad Garuda senior, penyerang bertubuh kekar ini sudah mengoleksi 17 caps dengan torehan total enam gol.

Herdman menutup pembicaraannya dengan menegaskan satu hal penting bahwa Timnas Indonesia saat ini sangat membutuhkan sosok seperti Sananta di lapangan. Dukungan positif dari suporter dianggap jauh lebih penting daripada hujatan yang bisa menjatuhkan mental pemain yang sudah berjuang demi lambang Garuda di dada.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE