Kim Jong Un Naik Pitam! Janji Menang Lawan AS di Peringatan Perang Korea

Korea Utara Tunjukkan Taring di Tengah Ketegangan Global

Kim Jong Un Naik Pitam! Janji Menang Lawan AS di Peringatan Perang Korea
Potret Kim Jong Un. - (Dok. express.co.uk).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gak ada habisnya! Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali bikin heboh dunia internasional lewat pidato panasnya, Minggu (27/7/2025).

Bertepatan dengan momen peringatan 72 tahun berakhirnya Perang Korea, Kim dengan lantang menyatakan bahwa Korea Utara bakal jadi pemenang sejati dalam "pertempuran anti-imperialis dan anti-Amerika Serikat."

Momen ini dirayakan sebagai "Hari Kemenangan" oleh Korea Utara, beda banget sama Korea Selatan yang lebih santai. Dalam pidatonya yang dikutip dari KCNA (media resmi pemerintah Korut), Kim bilang negaranya bakal jadi kuat dan makmur lewat kekuatan militer.

"Kami akan membangun negara yang makmur dengan kekuatan militer yang kuat. Korea Utara akan menjadi pemenang terhormat dalam pertikaian anti-imperialis dan anti-Amerika Serikat," katanya, penuh semangat nasionalis.

Tidak hanya pidato, Kim juga melakukan tur ziarah ke monumen dan ketemu langsung dengan para veteran serta tentara artileri. Salah satu kunjungannya adalah ke Menara Persahabatan, monumen yang dibangun untuk menghormati tentara China yang bantu Korea Utara di masa perang dulu.

Tapi bukan Kim Jong Un namanya kalau nggak ada kontroversi. Tahun ini, tensi semakin panas karena ada laporan Korea Utara mengirimkan ribuan tentara ke Rusia untuk membantu perang di Ukraina.

Yup, mereka bahkan ngirim amunisi untuk Moskwa. Sementara itu, Korea Selatan mulai siaga dan mempertimbangkan untuk menambah jumlah pasukan sebagai bentuk antisipasi.

Sedikit flashback, Perang Korea resmi dihentikan pada 27 Juli 1953 lewat perjanjian gencatan senjata antara AS (mewakilkan PBB), China, dan Korea Utara. Tapi karena gak ada perjanjian damai, secara teknis dua Korea ini masih "perang dingin".

Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tampil tenang. Di upacara di Washington DC, dia mengatakan akan terus perkuat aliansi Korsel-AS di bidang politik, budaya, dan keamanan. Intinya, mereka fokus jaga stabilitas Semenanjung Korea.

Ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat makin tajam tiap tahunnya, apalagi dengan pergerakan militer baru-baru ini. Dunia internasional tentu terus mengawasi langkah Kim Jong Un yang semakin berani. Apakah ini awal babak baru di Asia Timur?

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE