Buntut Keputusan Trump! Pakar Keamanan Nasional Protes Keras Penjualan Chip AI Nvidia ke Tiongkok

Buntut Keputusan Trump! Pakar Keamanan Nasional Protes Keras Penjualan Chip AI Nvidia ke Tiongkok
- (Dok. Getty Images).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Langkah pemerintahan Trump yang baru-baru ini memberi lampu hijau kepada Nvidia untuk kembali menjual chip AI canggih H20 ke Tiongkok memicu gelombang protes keras dari para pakar keamanan nasional Amerika Serikat.

Dalam surat terbuka yang dikirim kepada Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick pada Senin, 20 tokoh penting dari kalangan mantan pejabat pemerintah dan ahli keamanan nasional mendesak pemerintahan Trump untuk membatalkan keputusan tersebut, menyebutnya sebagai sebuah "kesalahan strategis" yang bisa mengikis keunggulan teknologi AI Amerika, baik di sektor sipil maupun militer.

Para penandatangan surat tersebut menegaskan bahwa chip H20 bukanlah produk lama atau versi lemah dari AI Nvidia. Sebaliknya, chip ini justru dirancang khusus untuk menghindari ambang batas kontrol ekspor, dan disebut-sebut lebih unggul dari chip AI populer Nvidia H100 dalam tugas-tugas inferensi AI (AI inference), yakni proses pengambilan keputusan oleh model AI berdasarkan data baru.

"H20 adalah akselerator AI garis depan Tiongkok yang sangat kuat, bukan chip usang," tulis mereka. "

Dalam surat tersebut, para ahli memperingatkan bahwa:

Mereka juga menyatakan bahwa larangan penjualan H20 yang diberlakukan sebelumnya adalah langkah tepat, dan menyerukan kepada pemerintahan Trump untuk konsisten menjaga kepentingan strategis nasional.

"Ini bukan soal perdagangan," tegas mereka. "Ini soal keamanan nasional."

Beberapa nama besar yang tercantum dalam surat itu antara lain:

  • Matt Pottinger, mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional di era Trump

  • Stewart Baker, mantan Asisten Sekretaris Keamanan Dalam Negeri era George W. Bush

  • David Feith, eks anggota Dewan Keamanan Nasional

Surat ini muncul hanya dua minggu setelah Departemen Perdagangan AS (DOC) secara mengejutkan mengizinkan Nvidia kembali menjual chip H20 ke Tiongkok, sebagai bagian dari negosiasi perdagangan terkait ekspor logam tanah jarang (rare earth elements).

Menteri Lutnick sebelumnya mencoba mengecilkan dampak keputusan tersebut dengan menyebut H20 sebagai chip "peringkat keempat terbaik" milik Nvidia-namun pernyataan itu ditentang keras oleh komunitas keamanan nasional.

Tak lama setelah itu, pemerintahan Trump juga meluncurkan AI Action Plan yang menekankan pentingnya pembatasan ekspor chip AI, namun sayangnya tanpa rincian konkret soal bagaimana kontrol itu akan dijalankan.

M
M Ihsan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE