BPS Sebut Garis Kemiskinan 2025 Rp 20 Ribu Sehari, Ini Fakta yang Bikin Kening Berkerut!
Angka Kemiskinan Nasional Turun, Tapi Warga Kota Justru Makin Tertekan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Punya uang Rp 20 ribu sehari, Gen kira cukup buat hidup layak? Menurut data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), itulah angka minimum yang disebut sebagai garis kemiskinan nasional.
Tepatnya, per Maret 2025, angka itu dipatok di Rp 609.160 per bulan atau sekitar Rp 20.305 per hari.
Deputi Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, mengatakan angka ini dihitung dari pengeluaran minimum rumah tangga untuk kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan.
"Garis kemiskinan dihitung berdasarkan pengeluaran minimum rumah tangga untuk kebutuhan dasar," ujarnya, Minggu (27/7/2025).
Nah, kabar baiknya, tingkat kemiskinan secara nasional mengalami penurunan. Dari yang sebelumnya 8,57 persen pada September 2024, sekarang jadi 8,47 persen. Jumlah penduduk miskin juga turun, dari 24 jutaan jadi 23,85 juta orang.
Angka ini diambil dari survei yang melibatkan lebih dari 345 ribu rumah tangga dari Sabang sampai Merauke. Tapi jangan buru-buru lega Gen. Karena meski data nasional membaik, ternyata kemiskinan di kota justru naik!
BPS mencatat, kemiskinan di desa menurun ke 11,03 persen, sementara di kota justru naik jadi 6,73 persen. Ini menunjukkan kalau tekanan hidup di kota semakin berat, apalagi buat kelompok masyarakat paling rentan.
Yang lebih mengejutkan, dua indikator penting seperti Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga ikut naik di wilayah kota. Artinya, jarak antara si miskin dengan batas kemiskinan makin jauh, dan ketimpangan di antara mereka makin parah.
Sementara itu, dari sisi gini ratio atau ukuran ketimpangan pendapatan, ternyata ada penurunan juga. Nasionalnya turun jadi 0,375 dari 0,381 sebelumnya. Di kota, gini ratio masih lebih tinggi (0,395), tapi tetap menurun dari periode lalu. Di desa, malah lebih merata dengan angka 0,299.
Wilayah mana yang kira-kira paling tinggi ketimpangannya? DKI Jakarta, Gen! Gini rationya tembus 0,441. Sebaliknya, yang paling merata ada di Bangka Belitung dengan angka 0,222.
Sebagai tambahan, BPS untuk pertama kalinya rilis data soal kemiskinan ekstrem. Hasilnya, per Maret 2025 ada 2,38 juta orang (0,85 persen dari populasi) yang masuk kategori ini. Turun cukup drastis dari Maret tahun lalu yang angkanya 1,26 persen.
Dengan turunnya angka kemiskinan nasional dan membaiknya distribusi pendapatan, harapan menuju kehidupan yang lebih sejahtera tetap terbuka.
Meski tantangan di perkotaan masih tinggi, langkah-langkah kebijakan pemerintah diharapkan bisa menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. Terus pantau update data BPS untuk memahami realitas sosial-ekonomi Indonesia secara lebih akurat, ya Gen.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!