Ali Bagheri: Uranium Tak Masuk dalam Agenda Negosiasi dengan AS
MOSKOW, GENVOICE.ID - Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri, Rabu (27/5) mengatakan bahwa uranium yang diperkaya bukan bagian dari negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengakhiri konflik Iran dengan AS.
"Isu ini tidak ada dalam agenda negosiasi," kata Bagheri dalam pernyataan yang dimuat oleh kantor berita semi-resmi Iran, Fars.
Komentar tersebut disampaikan di sela-sela konferensi keamanan internasional di Moskow, Rusia.
Di lain pihak, Presiden AS Donald Trump pada Senin (25/5) mengatakan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan segera diserahkan kepada Washington untuk dimusnahkan atau dihancurkan di lokasi yang disepakati bersama Teheran.
Pernyataan tersebut muncul ketika Washington dan Teheran melanjutkan proses diplomatik yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu pembalasan dari Iran.
Kerahkan Jet Tempur F-22
Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di berbagai fasilitas militer dan bandara di Israel. Kegiatan itu menurut media Israel digambarkan sebagai kegiatan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, Selasa (26/7), mengutip sumber keamanan Israel yang mengatakan Washington akan mempertahankan pengerahan tersebut setidaknya hingga akhir tahun ini, selain pasukan militer AS yang sudah lama ditempatkan di seluruh kawasan Timur Tengah.
Stasiun penyiaran tersebut mengatakan citra satelit yang dianalisis selama beberapa bulan terakhir menunjukkan pengerahan jet tempur dan pesawat pengisi bahan bakar AS di wilayah Israel dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Analisis tersebut mencakup periode sejak dimulainya serangan Israel terhadap Iran pada 28 Februari hingga pekan lalu.
Menurut laporan tersebut, jet tempur F-22 ditempatkan di Pangkalan Udara Ovda, Israel selatan, sedangkan puluhan pesawat pengisi bahan bakar AS berada di Bandara Ben Gurion dan Bandara Ramon.
Laporan juga menyebutkan pesawat-pesawat itu tersebar di beberapa lokasi dan tidak diperkirakan akan ditarik untuk saat ini. Media Israel itu melaporkan pengerahan tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait dampaknya terhadap penerbangan sipil dan kapasitas bandara setempat.
Sebelumnya, media Channel 12 Israel melaporkan puluhan pesawat pengisi bahan bakar milik AS di Bandara Ben Gurion dan Bandara Ramon sudah berpengaruh terhadap operasional bandara dan harga tiket pesawat.
Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel Shmuel Zakai memperingatkan bahwa Bandara Ben Gurion menjadi dioperasikan seperti pangkalan militer, bukan bandara sipil.
Laporan tersebut juga memperingatkan bahwa pengerahan yang terus berlanjut dapat mempersulit musim perjalanan musim panas Israel dan menghambat maskapai asing untuk menambah penerbangan.
Pengerahan besar-besaran oleh AS yang tidak biasa di Israel itu tetap dipertahankan sejak gencatan senjata dengan Iran mulai berlaku bulan lalu. Ant/E-9
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!