Garuda, Show Your Dignity! Inilah Kisah di Balik Koreografi Spektakuler di GBK

R
Reza Aditya
Penulis
Sport
Garuda, Show Your Dignity! Inilah Kisah di Balik Koreografi Spektakuler di GBK
- (Dok. ANTARA).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Saat Timnas Indonesia berhadapan dengan Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), suasana semakin panas bukan hanya karena pertandingannya, tapi juga karena aksi luar biasa dari para suporter. Tepat sebelum laga dimulai, tribun utara stadion berubah menjadi lautan koreografi yang menggetarkan: Garuda dengan tulisan "Show Your Dignity" alias "Tunjukkan Martabatmu".

Koreografi ini bukan sekadar hiasan tribun, tapi juga suntikan semangat bagi para pemain. Dan terbukti, Timnas Indonesia berhasil membuktikan martabatnya dengan kemenangan tipis 1-0 lewat gol Ole Romeny di menit ke-24. Stadion pun bergemuruh saat wasit meniup peluit akhir, menandakan kemenangan penting bagi Tim Garuda!

Di Balik Layar Koreografi Fenomenal

Koreografi dalam sepak bola bukan sekadar seni, tapi juga strategi untuk mendukung tim sendiri sekaligus memberi tekanan psikologis pada lawan. Di balik penampilan spektakuler ini, ada kerja keras dari komunitas suporter La Grande Indonesia yang berkolaborasi dengan desainer Sultan Desain dan seniman Nabil Muhdor.

Mereka mengubah tribun utara GBK layaknya kanvas raksasa, menghadirkan karya seni yang tidak hanya menampilkan keindahan visual, tapi juga pesan mendalam: Timnas Indonesia harus terus berjuang demi mimpi besar mereka menembus Piala Dunia.

iklan gulaku

Proses Kreatif yang Tidak Instan

Pendiri Sultan Desain, Febru Danar Surya alias Aru, membagikan cerita di balik pembuatan koreografi ini. Menurutnya, desain ini membutuhkan proses panjang sejak awal Januari.

"Desainnya kami bahas dari 7 hingga 21 Januari, lalu sketsa dibuat sampai 24 Januari. Butuh 23 hari revisi sebelum sampai ke tahap final," ungkap Aru, dilansir dari ANTARA.

Setelah sketsa selesai, barulah proses digitalisasi dimulai, yang memakan waktu sekitar empat hari, dari 29 Januari hingga 2 Februari.

Filosofi di Balik Detail Koreografi

Bukan sekadar gambar keren, setiap detail dalam koreografi ini punya makna mendalam:

  • Gunung Cartenz Pyramid: Simbol puncak tertinggi di Indonesia yang menggambarkan ambisi Timnas mencapai prestasi tertinggi.

  • Sayap Garuda bermotif batik: Representasi keberagaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang bersatu mendukung Timnas.

  • Angka 45 di dada Garuda: Mengingatkan perjuangan pahlawan yang membawa Indonesia merdeka pada 1945.

  • Bulan biru di atas Garuda: Simbol kejadian langka dan bersejarah, selaras dengan perjuangan Timnas yang tengah berusaha mencetak sejarah baru.

  • Tulisan "Tunjukkan Martabatmu": Sebuah pesan tegas bahwa Timnas harus berjuang dengan penuh harga diri demi meraih tiket ke Piala Dunia.

Dari GBK ke Dunia: Seni yang Mendunia

Sebelum koreografi "Tunjukkan Martabatmu" ini viral, Sultan Desain juga pernah menggarap karya fenomenal lainnya, seperti koreografi "Gundala vs Godzilla" saat Indonesia menghadapi Jepang. Bahkan, desain ini membuat mereka mendapat proyek dari klub Qatar, Al Ahli SC.

"Pesanan dari Al Ahli SC datang lewat agensi di Indonesia yang menghubungi kami. Ini bukti bahwa desain koreografi kita sudah diakui di level internasional," kata Aru.

Meski awalnya tidak pernah terpikir untuk mendesain koreografi sepak bola, Aru bersyukur karyanya bisa diterima luas dan memberi dampak besar bagi dukungan terhadap Timnas Indonesia.

"Buat teman-teman seniman, ayo kita bisa berjuang untuk Indonesia dengan cara kita masing-masing. Enggak harus jadi pemain bola, lewat seni pun kita bisa memberikan kontribusi," tutup Aru.

Dengan semangat yang semakin membara, harapan Timnas Indonesia untuk mencapai Piala Dunia semakin nyata. Dan di setiap langkah mereka, suporter akan selalu ada, memberikan dukungan dengan cara yang luar biasa!

  • Tag:
  • Timnas Indonesia
  • Kualifikasi Piala Dunia 2026

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
Update Today
Contraflow Tol Japek Arah Jakarta Dihentikan Gegara Hal Ini
Rivaldi Dani Rahmadi