Innalillahi! Demi Konten Sunrise, Pemuda di Bima Tewas Terjatuh dari Tebing

Pelajaran Penting! Pemuda di NTB Meninggal Saat Berburu Foto Sunrise dari Lokasi Ekstrem

Innalillahi! Demi Konten Sunrise, Pemuda di Bima Tewas Terjatuh dari Tebing
Tangkapan layar jatuhnya pemuda dari tebing di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). - (Dok. Threads @busang.ku).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, pasti kalian sering banget kan lihat foto-foto atau video keren di media sosial yang diambil di tempat-tempat ekstrem, seperti di pinggir tebing atau jurang?

Demi konten, banyak dari kita yang rela ambil risiko. Tapi, ada kabar tragis yang datang dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang bikin kita semua harus lebih waspada.

Kabar ini datang dari seorang pemuda berusia 21 tahun bernama Hurman. Dia tewas terjatuh dari tebing di So Mangge Longko, Desa Lambu, Kabupaten Bima, pada Minggu (24/8). Hurman bersama tiga temannya sedang camping di sana untuk menikmati pemandangan matahari terbit alias sunrise yang katanya super keren.

Menurut keterangan dari temannya, Alvian, kejadian ini terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Hurman duduk di pinggir tebing sambil memasang tripod untuk ambil spot foto dan video.

Ngeri banget, posisinya membelakangi laut. Tiba-tiba, dia terpeleset dan langsung jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar lima meter.

Melihat kejadian itu, Alvian tidak tinggal diam. Dia langsung turun ke bawah dan coba membantu Hurman yang tertimpa batu. Tapi, karena kondisi Hurman sudah parah, Alvian pun minta bantuan dua temannya yang lain untuk menjaga Hurman, sementara dia berlari mencari pertolongan ke perusahaan budidaya mutiara yang ada di dekat sana.

Pemuda 21 tahun jatuh dari tebing ketika sedang membuat konten sunrise di Bima, NTB. (Dok. Polsek Lambu)

Jasad Korban Ditemukan Meninggal, Keluarga Ikhlas

Tidak lama kemudian, Alvian kembali lagi ke lokasi dengan tiga orang dari perusahaan tersebut memakai speed boat. Sayangnya, saat mereka sampai, Hurman sudah dinyatakan meninggal dunia. Jasadnya langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Lambu untuk divisum.

Kapolsek Lambu, Iptu Syarifuddin, memastikan kalau keluarga Hurman menerima kejadian ini sebagai kecelakaan. Mereka juga menolak untuk dilakukan autopsi dan langsung membawa jenazah Hurman pulang ke kampung halamannya di Desa Parangina, Kecamatan Sape, untuk dimakamkan.

Kisah tragis Hurman ini jadi pengingat untuk kita semua, Gen. Di era media sosial ini, banyak orang yang rela ambil risiko besar demi konten viral. Padahal, keselamatan harusnya jadi yang paling utama.

Jangan sampai hanya karena ingin punya foto yang keren, kita mengabaikan bahaya di sekitar. Keindahan alam harus dinikmati dengan bijak, bukan dengan mengorbankan nyawa.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE