Fenomena Kanker Usus Serang Anak Muda, Pola Makan Ala Drakor Jadi Pemicu?
Pola Makan ala Barat dan Daging Merah Picu Kenaikan Kanker Usus di Kalangan Usia 20-an, Ini Hasil Studinya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Halo, Gen! Sering banget kan, kita dengar isu kesehatan yang jauh-jauh dari kita? Nah, ini ada kabar yang wajib banget kita tahu!
Kanker usus besar, yang biasanya dianggap penyakit orang tua atau 'penyakit Barat', sekarang sedang marak terjadi di Korea Selatan, bahkan menyerang anak muda usia 20-30 tahun. Ini hal yang serius, lho. Peningkatannya bisa sampai 4% per tahun!
Pola Makan Ala Drakor Jadi Pemicu?
Tim peneliti dari Seoul National University dan Chung-Ang University baru aja merilis studi yang mengejutkan. Mereka menganalisis data dari lima negara Asia: Korsel, Jepang, Cina, Taiwan, dan Singapura.
Hasilnya, pola makan ala Barat yang lagi hits di Asia, terutama di Korsel, jadi biang keroknya. Riset ini juga jadi yang pertama dan terbesar yang berfokus pada hubungan pola makan dan kanker usus besar di populasi Asia.
Daging dan Alkohol: Kombinasi Maut?
Dikutip dari Maeil Business, studi ini menunjukkan beberapa hal penting:
- Daging Merah dan Olahan: Sering makan daging merah (seperti steak atau daging panggang) bisa menaikkan risiko kanker usus besar hingga 18%. Daging olahan macam sosis dan ham juga sama bahayanya.
- Ayam dan Kalkun: Anehnya, daging putih seperti ayam dan kalkun, yang sering dianggap sehat, justru bisa menaikkan risiko kanker rektum 40% lebih tinggi.
- Alkohol: Ini yang paling ngeri! Minum alkohol lebih dari 30 gram per hari (setara 3 gelas soju atau lebih dari 500 ml bir) bisa menaikkan risiko kanker usus besar sampai 64%.
"Oppa" Kalsium, Penyelamat Kita?
Tapi jangan panik dulu! Ada kabar baiknya juga. Riset yang sama menemukan kalau ada makanan yang bisa jadi pahlawan untuk usus kita. Asupan kalsium dari susu, keju, atau ikan teri (yang dimakan bersama tulangnya) bisa menurunkan risiko kanker kolorektal hingga 7%.
Selain itu, pola makan yang lebih sehat, seperti banyak makan sayur, buah, biji-bijian utuh, dan protein rendah lemak, juga bisa membuat risiko kanker usus besar menurun 15%.
Jadi, kalau kamu sering makan makanan seperti ini, bisa dibilang kamu sudah selangkah lebih maju untuk menjaga kesehatan ususmu.
Warning Buat Anak Muda!
Prof. Kang Dae-hee mengatakan, "Mengurangi konsumsi alkohol dan daging olahan bisa jadi strategi kunci buat mencegah kanker kolorektal di Asia."
Penelitian ini jadi pengingat buat kita, kalau kebiasaan makan seperti di film-film Barat itu tidak sepenuhnya aman.
Perubahan gaya hidup ini harus segera dimulai, terutama buat kita para anak muda. Jangan sampai kasus kanker usus besar di Korsel jadi pertanda masa depan yang sama buat kita di sini.
Pahami Gejalanya, Jangan Sampai Telat!
Menurut WHO, kanker usus besar sering tidak punya gejala di awal. Jadi, penting banget buat peka dengan badan kita sendiri. Beberapa gejala umum yang wajib kamu ketahui, apalagi kalau sudah masuk tahap lanjut, antara lain:
- Perubahan mendadak saat buang air besar (sembelit, diare)
- Ada darah di tinja
- Perut sering kram, nyeri, atau kembung
- Berat badan turun drastis tanpa sebab
- Sering merasa lelah meski sudah istirahat
- Anemia tanpa sebab yang jelas
Yuk, mulai sekarang lebih perhatikan dengan apa yang kita makan. Mencegah itu jauh lebih baik, apalagi kalau bisa menyelamatkan nyawa di usia muda. Jaga ususmu, jaga masa depanmu!
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!