Kemdiktisaintek Bakal Hapus Sejumlah Prodi, Ini Daftar 20 Jurusan dengan Lulusan Terbanyak di Indonesia
Kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini menyasar prodi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan industri strategis
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kebijakan baru tengah disiapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terkait penataan program studi di perguruan tinggi. Sejumlah jurusan yang dinilai sudah tidak lagi selaras dengan kebutuhan industri nasional berpotensi untuk ditutup atau dievaluasi ulang.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan bahwa lulusan perguruan tinggi benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya pada sektor-sektor strategis yang menjadi fokus pembangunan nasional.
Penyesuaian dengan Industri Strategis Nasional
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, menjelaskan bahwa ke depan program studi akan diarahkan agar mendukung delapan sektor prioritas.
Bidang tersebut meliputi kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, hilirisasi industri, pertahanan, material maju dan manufaktur, energi, serta sektor maritim.
Harapannya, sektor-sektor ini dapat tumbuh pesat dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Masalah Oversupply Lulusan Jadi Sorotan
Salah satu alasan utama evaluasi ini adalah ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.
Contohnya terlihat pada bidang keguruan. Setiap tahun, jumlah lulusan mencapai 490 ribu orang, sementara kebutuhan tenaga kerja di sektor tersebut jauh lebih kecil, yaitu sekitar 20 ribu orang.
Kondisi ini membuat banyak lulusan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studinya.
Peran Kampus dalam Penyesuaian Prodi
Pemerintah juga mendorong perguruan tinggi untuk lebih selektif dalam membuka atau mempertahankan program studi. Institusi pendidikan diharapkan mampu mengevaluasi jurusan yang masih relevan dan berani menutup prodi yang sudah tidak memiliki prospek jelas.
Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk konsorsium pendidikan, juga diharapkan bisa mempercepat implementasi kebijakan ini.
Daftar 20 Prodi dengan Lulusan Terbanyak
Merujuk pada data Statistik Pendidikan Tinggi 2024 yang dipublikasikan pada Oktober 2025, komposisi bidang studi dengan jumlah lulusan terbanyak masih tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya. Jurusan di rumpun pendidikan, ekonomi, dan ilmu sosial tetap mendominasi.
Berikut ini daftar program studi dengan jumlah lulusan terbanyak di Indonesia untuk tahun ajaran 2023/2024:
- Pendidikan profesi guru: 162.521 mahasiswa
- Manajemen: 151.679 mahasiswa
- Akuntansi: 68.015 mahasiswa
- Pendidikan guru sekolah dasar: 61.756 mahasiswa
- Ilmu hukum: 54.887 mahasiswa
- Pendidikan agama Islam: 52.798 mahasiswa
- Kebidanan: 36.899 mahasiswa
- Teknik informatika: 35.919 mahasiswa
- Ilmu komunikasi: 33.704 mahasiswa
- Keperawatan: 32.475 mahasiswa
- Farmasi: 29.183 mahasiswa
- Teknik sipil: 27.304 mahasiswa
- Sistem informasi: 25.866 mahasiswa
- Ilmu keperawatan: 24.937 mahasiswa
- Pendidikan profesi bidan: 21.467 mahasiswa
- Psikologi: 19.958 mahasiswa
- Hukum: 18.825 mahasiswa
- Pendidikan bahasa Inggris: 18.139 mahasiswa
- Profesi ners: 16.128 mahasiswa
- Ekonomi syariah: 15.077 mahasiswa.
Kebijakan ini menjadi sinyal bahwa dunia pendidikan tinggi di Indonesia sedang bergerak menuju arah yang lebih adaptif dan strategis. Bagi calon mahasiswa, informasi ini bisa menjadi pertimbangan penting dalam memilih jurusan. Tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan peluang karier di masa depan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!