JAKARTA, GENVOICE.ID - Upaya pengamanan selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026 menunjukkan hasil signifikan.
Korps Lalu Lintas Polri mencatat angka fatalitas kecelakaan lalu lintas turun drastis hingga 30,4 persen dibanding periode sebelumnya.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa tidak hanya korban meninggal dunia yang menurun, tetapi jumlah kejadian kecelakaan juga ikut turun sebesar 5,3 persen selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Operasi ini berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026, dengan fokus utama menjaga kelancaran dan keselamatan selama arus mudik dan balik. Berbagai strategi diterapkan, mulai dari sistem satu arah (one way) baik nasional maupun lokal, hingga skema contraflow di sejumlah ruas Tol Trans Jawa.
Tak hanya di jalan tol, pengamanan juga menyasar lima klaster utama: jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, hingga lokasi wisata yang menjadi titik keramaian masyarakat selama libur Lebaran.
Menurut Agus, capaian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya rekayasa lalu lintas dan pengamanan terpadu mulai menunjukkan efektivitas dalam menekan risiko kecelakaan.
Meski demikian, kewaspadaan belum diturunkan. Walau Operasi Ketupat resmi berakhir, Korlantas tetap melanjutkan pengamanan melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD). Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi gelombang kedua arus balik, terutama di wilayah aglomerasi yang masih mengalami pergerakan tinggi.
Personel kepolisian pun masih disiagakan di berbagai titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Penurunan angka fatalitas ini menjadi catatan penting: di tengah lonjakan mobilitas jutaan orang saat Lebaran, keselamatan perlahan mulai bisa dikendalikan, meski pekerjaan rumah untuk menekan angka kecelakaan sepenuhnya masih jauh dari selesai.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!