Taman Cawang Jakarta Timur Ditutup Permanen, Diduga Jadi Sarang Prostitusi Sesama Jenis!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari kawasan Jakarta Timur yang belakangan ini sedang ramai diperbincangkan warga di media sosial. Sebuah area ruang terbuka hijau yang seharusnya menjadi tempat bersantai keluarga, yakni Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar, terpaksa harus diambil tindakan tegas oleh pemerintah setempat. Hal ini bermula dari banyaknya laporan masyarakat serta unggahan viral yang menunjukkan adanya aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut saat hari sudah gelap gulita.
Bukan sekadar nongkrong biasa, taman ini diduga kuat telah disalahgunakan menjadi tempat praktik prostitusi sesama jenis yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi saat malam hari hingga menjelang subuh. Fenomena ini tentu saja memicu keresahan yang luar biasa bagi warga sekitar yang merasa fungsi fasilitas umum sudah melenceng jauh dari tujuan aslinya. Bayangkan saja, di tengah pemukiman warga, terdapat area yang justru dimanfaatkan untuk kegiatan negatif yang merusak moral dan keamanan lingkungan.
Pemerintah Kota Jakarta Timur tidak tinggal diam melihat situasi yang semakin tidak terkendali ini. Melalui koordinasi lintas instansi, mereka langsung terjun ke lapangan untuk menyegel akses-akses rahasia yang selama ini digunakan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi kenyamanan publik agar fasilitas milik negara tidak lagi dijadikan tempat maksiat yang mencoreng nama baik wilayah tersebut, nih Gen.
Pada hari Jumat ini, jajaran Pemkot Jakarta Timur melalui pihak Kecamatan Makasar secara resmi menutup dua akses masuk utama menuju taman tersebut dengan cara dicor secara permanen. Camat Makasar, Dimas Prayudi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur. Penutupan ini tidak hanya melibatkan petugas lapangan saja, tapi juga didampingi oleh unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat untuk memastikan proses penutupan berjalan lancar tanpa gangguan.
"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Dimas Prayudi, dilansir dari Antara. Ia menambahkan bahwa fokus utama mereka adalah meminimalisir kerawanan sosial yang sudah sangat mengkhawatirkan akibat penyalahgunaan fungsi taman.
Pagar Tol Diperketat Dan Patroli Cegah Kegiatan Negatif
Selain mengecor akses masuk, petugas juga menemukan fakta lapangan yang mencengangkan di mana terdapat celah di pagar taman yang berbatasan langsung dengan area jalan tol. Celah kecil ini ternyata sering dimanfaatkan oleh warga atau oknum tertentu untuk masuk secara ilegal tanpa harus melewati gerbang resmi. Melihat kondisi tersebut, petugas gabungan langsung melakukan pengelasan di tempat untuk menutup rapat lubang-lubang tersebut agar tidak bisa lagi ditembus.
"Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," ujar Dimas lebih lanjut. Menurutnya, tindakan ini merupakan upaya preventif atau pencegahan agar taman kembali ke fungsi normalnya sebagai paru-paru kota dan tempat rekreasi sehat bagi warga sekitar.
Masalah ini sebenarnya sudah sempat meledak di media sosial lewat unggahan akun Instagram @ijoel. Dalam video tersebut, terlihat jelas sekumpulan remaja laki-laki masuk ke area taman lewat pinggiran pagar saat jam menunjukkan pukul 01.00 WIB pagi. Suara dalam video tersebut juga menyebutkan keresahannya mengenai aktivitas aneh yang dilakukan para lelaki tersebut sampai pukul 02.00 WIB pagi setiap harinya. Dengan adanya penutupan permanen ini, diharapkan tidak ada lagi celah bagi siapa pun untuk melakukan tindakan menyimpang di area publik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!