Solid! Ratusan Delegasi dari Berbagai Negara "Walk Out" saat Netanyahu Pidato di Sidang PBB

Solid! Ratusan Delegasi dari Berbagai Negara "Walk Out" saat Netanyahu Pidato di Sidang PBB
Kursi delegasi Indonesia kosong saat Netanyahu berpidato. - (Dok. ANTARA/HO-PTRI New York).

JAKARTA, Genvoice.id - Ratusan delegasi dari berbagai negara melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB ke-80 di New York, Jumat (26/9/2025). Aksi keluar massal ini menjadi bentuk protes atas sikap keras Netanyahu terkait perang Israel-Hamas di Gaza yang dinilai mengabaikan penderitaan warga sipil.

Pidato Netanyahu disambut reaksi keras dari sebagian delegasi yang berada di aula. Sebagian kursi perlahan kosong saat ia melangkah ke podium, ketika puluhan delegasi berjalan keluar sambil menunjukan protes secara simbolis.

Menurut laporan Washington Post, lebih dari 100 diplomat dari lebih 50 negara ikut dalam aksi walk out tersebut. Para delegasi ini sebagian besar berasal dari negara-negara Arab, negara-negara Muslim, dan sekutu yang menyampaikan ketidaksetujuan terhadap sikap keras Israel terhadap konflik Gaza.

Sebelum pidato dimulai, suasana sudah tegang. Beberapa delegasi bahkan berdiri di lorong aula ketika Netanyahu bersiap berbicara. Beberapa delegasi sempat kembali ke ruangan setelah beberapa menit berjalan keluar, namun sebagian besar tetap meninggalkan ruangan sebagai bentuk simbol penolakan keras terhadap isi pidato.

Dalam pidatonya, Netanyahu menegaskan bahwa Israel harus menyelesaikan tugas terhadap Hamas di Gaza, menyebut bahwa sisa kekuatan Hamas tertinggal di kota Gaza. Ia juga mengkritik negara-negara Barat yang baru-baru ini memberikan pengakuan terhadap negara Palestina, menuduh langkah itu sebagai dukungan terhadap terorisme.

Pidatonya pun disampaikan bahwa pihak Israel memasang loudspeaker di perbatasan Gaza agar pidato ini bisa terdengar di jalur Gaza, serta diklaim juga ditransmisikan ke ponsel warga Gaza.

Aksi keluar masal ini dianggap sebagai bentuk frustasi dan penolakan terhadap retorika militeristik Netanyahu, serta penekanan bahwa pidato seperti itu tidak pantas mendapat legitimasi di forum perdamaian global. Dunia internasional terus menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia, serangan terhadap warga sipil, dan kondisi kemanusiaan di Gaza.

Ke depan, peristiwa ini bisa memperkuat desakan beberapa negara agar PBB dan lembaga-lembaga internasional membuat tekanan lebih serius terhadap kebijakan Israel. Apalagi, laporan kekerasan di Gaza terus mengundang kecaman global.

F
Fahri Ramadhan
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE