Pecco Bagnaia Akui Buang-Buang Musim MotoGP 2025, Salut dengan Dominasi Marc Marquez

Pecco Bagnaia Akui Buang-Buang Musim MotoGP 2025, Salut dengan Dominasi Marc Marquez
- (Dok. Ducati Corse).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, drama di MotoGP 2025 makin panas jelang seri Jepang di Motegi. Salah satu sorotan terbesar datang dari Pecco Bagnaia, rider Ducati Lenovo Team, yang secara jujur mengaku kecewa dengan performanya musim ini. Bagnaia merasa seakan menyia-nyiakan kesempatan besar karena kesulitan tampil kompetitif sejak awal.

Padahal, ekspektasi untuk Bagnaia cukup tinggi. Tahun lalu ia tampil luar biasa dengan torehan 11 kemenangan Grand Prix dan 7 kemenangan Sprint, meski akhirnya hanya finis runner-up. Tapi musim ini, kondisinya berbanding terbalik. Bagnaia baru sekali merasakan manisnya podium tertinggi, yaitu saat balapan utama di Austin bulan Maret lalu. Setelah itu, ia seperti kehilangan sentuhan emasnya.

Kini, Bagnaia hanya berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 237 poin. Jaraknya begitu jauh, tertinggal 275 poin dari Marc Marquez yang berada di puncak. Bahkan, posisinya di urutan ketiga masih terancam karena Marco Bezzecchi yang ada di bawahnya hanya terpaut 8 poin saja.

Yang bikin makin frustrasi, lima seri terakhir benar-benar jadi mimpi buruk. Bagnaia sama sekali gagal naik podium, baik di Sprint maupun Grand Prix. Ia blak-blakan mengaku motornya, Desmosedici GP25, terasa sulit dijinakkan. Ironisnya, motor yang sama justru membawa Marquez jadi raja dengan catatan 11 kemenangan Grand Prix dan 14 kemenangan Sprint sejauh ini.

"Saya tahu potensi saya. Satu-satunya masalah saya adalah saya tahu saya telah menyia-nyiakan sebuah musim, tetapi saya tak bisa mengatasinya. Situasi saya sudah sulit sejak awal, dan kami tak pernah bisa menemukan keseimbangan yang tepat. Jadi, ini tak terhindarkan," kata Bagnaia via Motosan, Kamis (25/9/2025).

Meski kecewa dengan performa pribadinya, Bagnaia tetap menunjukkan respek tinggi pada Marc Marquez. Menurutnya, pembalap Spanyol itu tampil terlalu dominan sepanjang musim ini. Bahkan, ia menilai Marquez tak perlu berusaha sampai 100% untuk tetap unggul.

"Musim ini, Marc belum punya rival karena ia satu-satunya pembalap yang kompetitif dan konsisten. Tidak pernah mudah mencapai hal ini, tetapi saya rasa ia bahkan belum mengerahkan 100%, mungkin hanya kadang-kadang. Saya pun sangat ingin berada dalam kondisi terbaik untuk bertarung," tutup Bagnaia.

Dengan kondisi seperti ini, Bagnaia sudah harus realistis. Kans juara sudah tertutup, dan fokusnya kini mungkin hanya menjaga posisi di klasemen. Sementara itu, Marquez tinggal selangkah lagi mengunci gelar dunia yang bakal mempertegas statusnya sebagai legenda hidup MotoGP.

R
Reza Aditya
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE