Thailand vs Kamboja: Siapa Lebih Perkasa di Darat, Laut, dan Udara?

Perbandingan Lengkap Kekuatan Militer Thailand dan Kamboja: Dari Tank, Jet Tempur, hingga Kapal Perang

Thailand vs Kamboja: Siapa Lebih Perkasa di Darat, Laut, dan Udara?
Kendaraan militer Kamboja yang membawa peluncur roket terlihat di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. - (Dok. apnews.com).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan yang sudah lama menggejolak di perbatasan Thailand dan Kamboja akhirnya meledak juga!

Nggak cuma adu mulut, tapi sudah sampai tembak-tembakan serius, lho. Bahkan, militer Thailand sudah mengeluarkan jet tempur F-16 buat nyerang sasaran di wilayah Kamboja. Konflik ini jadi yang paling parah dalam lebih dari 10 tahun terakhir di Asia Tenggara.

Nah, di balik panasnya konflik ini, pertanyaan besar muncul, siapa sih yang punya kekuatan militer lebih kuat? Yuk Gen, kita intip data dari International Institute for Strategic Studies (IISS)!

Duit Militer dan Tentara Darat

Kalau ngomongin dana, Thailand jauh lebih unggul. Tahun 2024, mereka punya anggaran militer sekitar USD 5,73 miliar, sedangkan Kamboja cuma USD 1,3 miliar. Untuk jumlah personel aktif, Kamboja punya 124.300 tentara, sedangkan Thailand punya lebih dari 360.000 personel aktif!

Tentara darat Kamboja terdiri dari 75.000 personel dan dibekali lebih dari 200 tank serta 480 unit artileri. Thailand? Jauh lebih banyak, yaitu sekitar 400 tank, 1.200 kendaraan lapis baja, dan 2.600 artileri! Bahkan mereka punya pasukan wajib militer hingga 115.000 orang.

Di Udara, Thailand Gak Main-Main

Angkatan Udara Kamboja agak ketinggalan zaman, mereka cuma punya 10 pesawat angkut dan 10 helikopter, dan nggak punya jet tempur! Cuma ada helikopter era Soviet dan buatan China.

Sementara Thailand punya angkatan udara elite di Asia Tenggara, di antaranya 112 jet tempur, termasuk 28 F-16 dan 11 Gripen buatan Swedia, plus puluhan helikopter dan pesawat taktis lainnya. Jumlah personelnya pun besar, berjumlah 46.000 orang.

Angkatan Laut, Lagi-Lagi Thailand Unggul

AL Kamboja punya 2.800 personel dan 13 kapal patroli kecil. Sementara Thailand punya hampir 70.000 personel, satu-satunya kapal induk di Asia Tenggara, 7 fregat, 68 kapal patroli, dan 14 kapal pendarat. Lengkap dengan marinir, pasukan amfibi, hingga pertahanan pantai.

Jadi, Siapa Lebih Kuat?

Dari segala sisi (daratan, udara, hingga laut) Thailand jelas lebih unggul dalam hal kuantitas dan kualitas senjata serta pasukan. Tapi tentu aja, konflik kayak gini bukan cuma soal senjata, tapi juga diplomasi, strategi, dan stabilitas politik.

Yang jelas, semoga konflik ini nggak makin parah dan bisa segera mereda. Karena kalau terus dibiarkan, dampaknya bukan cuma buat dua negara itu aja, tapi juga buat kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.

Konflik militer antara Thailand dan Kamboja menjadi sorotan tajam di kawasan Asia Tenggara. Meski Thailand unggul secara jumlah dan teknologi militer di darat, laut, dan udara, ketegangan yang berkepanjangan bisa berdampak luas jika tidak segera diredam.

Dunia internasional pun mendesak kedua negara untuk menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah perang skala besar di wilayah perbatasan.

Kita doakan semoga ketegangan antara Thailand dan Kamboja kian mereda, ya Gen, sehingga tidak ada pihak manapun yang dirugikan.

S
Sarah Ramadhani
Penulis

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE