Sidang Cerai Bos SK Group Dibuka Lagi, Sengketa Harta Rp14 Triliun Kembali Memanas

Sidang perceraian Ketua SK Group kembali bergulir setelah mediasi gagal. Sengketa pembagian harta senilai hampir Rp14 triliun dan status saham SK Inc menjadi fokus utama pengadilan.

Sidang Cerai Bos SK Group Dibuka Lagi, Sengketa Harta Rp14 Triliun Kembali Memanas
Chey Tae-won, Bos SK Group. - (Dok. Istimewa).

JAKARTA, GENVOICE.ID - Proses perceraian Ketua SK Group, Chey Tae-won, dengan istrinya, Roh Soh-yeong, kembali bergulir di Pengadilan Tinggi Seoul, Korea Selatan. Sidang lanjutan ini kembali menarik perhatian publik karena melibatkan sengketa pembagian aset bernilai hampir US$900 juta atau sekitar Rp14 triliun.

Persidangan dibuka kembali setelah upaya mediasi antara kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan. Kasus ini juga menjadi salah satu perkara perceraian dengan nilai harta terbesar di Korea Selatan dan dinilai berpotensi memengaruhi struktur kepemilikan SK Group.

Sidang Dilanjutkan Usai Putusan Mahkamah Agung

Sidang lanjutan dimulai pada Jumat, 26 Juni 2026. Dalam persidangan tersebut, baik Chey Tae-won maupun Roh Soh-yeong tidak diwajibkan hadir secara langsung.

Proses hukum kembali berjalan setelah Mahkamah Agung Korea Selatan sebelumnya membatalkan sebagian putusan terkait pembagian harta dan mengembalikan perkara tersebut ke Pengadilan Tinggi Seoul untuk diperiksa ulang.

Status Saham SK Inc Jadi Sorotan

Salah satu pokok utama yang kembali diperiksa pengadilan adalah status kepemilikan saham Chey Tae-won di perusahaan induk SK Inc. Hakim harus menentukan apakah saham tersebut termasuk harta bersama yang dapat dibagi dalam proses perceraian.

Keputusan tersebut dinilai sangat penting karena dapat memengaruhi kendali atas SK Group, konglomerasi terbesar kedua di Korea Selatan setelah Samsung Group.

Nilai Saham Melonjak Berkat Boom AI

Perkara ini semakin menjadi perhatian karena nilai saham perusahaan-perusahaan di bawah SK Group mengalami lonjakan tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan tersebut didorong oleh performa SK Hynix, produsen chip memori yang menjadi salah satu pemasok utama bagi perusahaan kecerdasan buatan asal Amerika Serikat, Nvidia. Meningkatnya permintaan terhadap teknologi AI membuat valuasi saham SK Hynix maupun SK Inc ikut terdongkrak signifikan.

Hingga penutupan perdagangan Kamis, saham SK Hynix tercatat telah naik lebih dari empat kali lipat sepanjang tahun, sedangkan saham SK Inc meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Putusan Sebelumnya Diubah Mahkamah Agung

Pada Oktober lalu, Mahkamah Agung tetap mempertahankan putusan pembayaran nafkah sebesar 2 miliar won kepada Roh Soh-yeong. Namun, lembaga tersebut membatalkan bagian putusan mengenai pembagian harta dan meminta Pengadilan Tinggi melakukan pemeriksaan ulang.

Mahkamah Agung menilai Roh tidak dapat mengklaim kontribusi terhadap sebagian aset yang berasal dari dana milik ayahnya, mantan Presiden Korea Selatan Roh Tae-woo, yang disebut kemungkinan berasal dari praktik suap semasa menjabat.

Roh Tae-woo menjabat sebagai Presiden Korea Selatan pada periode 1988 hingga 1993. Ia kemudian divonis bersalah dalam kasus penerimaan suap melalui putusan yang berkekuatan hukum tetap pada 1997.

Nilai Gugatan Hampir Rp14 Triliun

Sebelum dibatalkan sebagian oleh Mahkamah Agung, Pengadilan Tinggi Seoul sempat memutuskan agar Chey Tae-won membayar sekitar 1,38 triliun won atau setara hampir US$891 juta kepada Roh Soh-yeong sebagai bagian pembagian harta.

Sementara itu, putusan pengadilan tingkat pertama sebelumnya hanya menetapkan nilai pembagian aset sebesar 66,5 miliar won. Selisih nilai yang sangat besar tersebut membuat perkara ini menjadi salah satu sengketa perceraian paling menyita perhatian di Korea Selatan.

A

0 Comments

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Kirim
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE